KPU DIY optimistis angka golput di Yogyakarta kecil

id Golput,Kpu

Ketua Komisi Pemilihan Umum Daerah Istimewa Yogyakarta Hamdan Kurniawan ditemui seusai acara Sosialisasi Pemilu 2019 bertajuk "Suara Kita Menentukan Masa Depan Bangsa" di Grha Sabha Pramana, UGM, Yogyakarta, Jumat. (Foto Antara/Luqman Hakim)

Yogyakarta (ANTARA) - Yogyakarta (Antaranews Jogja) - Ketua Komisi Pemilihan Umum Daerah Istimewa Yogyakarta Hamdan Kurniawan optimistis di Yogyakarta angka golongan putih atau golput tidak banyak pada Pemilu 2019.

"Kami optimistis tingkat golput di Yogyakarta kecil, berdasarkan pemilu sebelumnya kita termasuk yang paling tinggi tingkat kehadirannya (pemungutan suara) di Indonesia," kata Hamdan seusai acara Sosialisasi Pemilu 2019 bertajuk "Suara Kita Menentukan Masa Depan Bangsa" di Grha Sabha Pramana, UGM, Yogyakarta, Jumat.

Indikasi kecilnya potensi golput di Yogyakarta, menurut Hamdan, dapat dilihat dari tingginya antusiasme mahasiswa luar daerah di Yogyakarta mengurus surat pindah memilih atau A5.

"Mereka antusias mengurus A5, bahkan ketika kami membuka di beberapa titik dikampus-kampus selalu dipenuhi ratusan bahkan ribuan yang datang mendaftar, sehingga itu ukuran kami (mengukur tingkat golput kecil)," kata Hamdan.

Selain itu, kata dia, pendataan pemilih yang dilakukan KPU di DIY saat ini sangat valid. Pendataan itu memiliki peran penting untuk mengukur peningkatan golput di suatu daerah.

"Kami melihat pendataan pemilih kali ini jauh lebih valid, karena salah satu pemyumbang signifikan (golput) kalau datanya tidak valid misalnya ada pemilih yang meninggal dunia, pindah dan lainnya sehingga yang masih tercatat kan menyumbang ketidakhadiran, dan insyaAllah ini sudah valid," kata dia.

Para perantau yang sedang berada di Yogyakarta, menurut dia, juga bisa menambah tingkat kehadiran pemilih di TPS di Yogyakarta.

Persoalan maraknya ajakan golput di media sosial, menurut dia, kembali pada nurani masyarakat sebab KPU hanya bertugas mendorong masyarakat menggunakan hak suaranya.

"Yang jelas pemilu ini hak, setiap orang berhak memilih maupun tidak. Tugas kami adalah mendorong masyarakat untuk memilih," kata dia.
 
Pewarta :
Editor: Bambang Sutopo Hadi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar