Pemkab Gunung Kidul akan bangun Embung Kedungpoh

id embung,Gunung Kidul

Ilustrasi embung (Foto Antara)

Gunung Kidul (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, akan membangun Embung Kedungpoh di Desa Kedungpoh, Kecamatan Nglipar untuk menjaga ketersediaan air bagi masyarakat.

Kepala Dinas Perkerjaan Umum, Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Gunung Kidul Eddy Praptono di Gunung Kidul, Sabtu, mengatakan pembangunan embung di beberapa lokasi di Kabupaten Gunung Kidul dinilai mampu menjaga ketersediaan air bagi masyarakat.

"Tercatat sudah ada sekitar puluhan embung dibangun di Gunung Kidul. Di rencanakan 201, ini akan bertambah satu lagi embung baru yang akan dibangun di Desa Kedungpoh, Kecamatan Nglipar," kata Eddy.

Ia mengatakan upaya pemenuhan kebutuhan air dengan menerapkan konsep memanen air hujan di Kabupaten Gunung Kidul sudah lama dipraktikkan.

Memanen air hujan adalah alternatif sumber air yang sudah dipraktikkan di berbagai tempat yang mengalami kekurangan air. Ada tiga komponen penting dalam rain harvesting, yaitu daerah tangkapan, sistem penyaluran ke penampungan, dan tempat penampungan atau penyimpanan.

"Embung adalah salah satu bentuk tempat penampungan atau penyimpanan air hujan," katanya.

Eddy mengatakan perencanaan Embung Kedungpoh sudah dimulai pada 2018 lalu. Penyusunan rencana detail teknis (DED) yang dibiayai melalui skema bantuan keuangan khusus (BKK) APBD DIY sudah dilakukan pembahasan dengan melibatkan perwakilan dari berbagai lembaga, baik instansi vertikal, perangkat daerah di DIY dan Kabupaten Gunung Kidul, kecamatan dan Pemerintah Desa Kedungpoh serta perwakilan masyarakat.

Pembangunan Embung Kedungpoh direncanakan untuk memenuhi kebutuhan air bagi kegiatan pertanian dan untuk kegiatan konservasi. Di samping kedua fungsi pokok tersebut, ada fungsi tambahan yang diharapkan, yaitu embung baru ini juga dapat untuk pengembangan kegiatan wisata. Sehingga perencanaan diarahkan pada kegiatan utama pembangunan kolam embung dengan luas 1.252,19 meter persegi, dan kegiatan tambahan berupa pembangunan dan penataan kawasan sekitar embung, seperti pembangunan akses jalan.

Anggaran yang dibutuhkan untuk pembangunan Embung Kedungpoh diperkirakan mencapai Rp4 miliar. Direncanakan pendanaan berasal dari dua sumber, yaitu APBN melalui Balai Besar Wilayah Sungai Serayu Opak, untuk pembangunan bangunan utama embung/kolam, dan APBD DIY untuk pembangunan akses jalan dan prasarana pendukung lainnya.

"Saat ini, tahapan penyempurnaan dokumen perencanaan masih dilakukan. Kita masih menanti embung baru ini segera terealisasi," katanya. ***1***
Pewarta :
Editor: Bambang Sutopo Hadi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar