Bupati Sleman kukuhkan Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat

id Fkdm

Bupati Sleman Sri Purnomo mengukuhkan Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) Sleman. (Foto Antara/Humas Sleman)

Sleman (ANTARA) - Bupati Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta Sri Purnomo mengatakan 22 orang anggota Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) Kabupaten Sleman di, Selasa.

Sebanyak 22 anggota FKDM tersebut meliputi lima orang perwakilan FKDM Kabupaten Sleman  dan 17 orang Ketua FKDM masing-masing kecamatan.

Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Sleman mengatakan bahwa pengukuhan tersebut merupakan upaya Pemerintah Kabupaten Sleman dalam mendorong terciptanya stabilitas keamanan dan terwujudnya pembangunan yang berkelanjutan di daerah, serta mengantisipasi berbagai bentuk ancaman, tantangan, hambatan, dan gangguan.

"Pengukuhan ini juga sebagai tindaklanjut peraturan Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia Nomor 2 Tahun 2018 tentang Kewaspadaan Dini di Daerah. Selain itu juga tindaklanjut Peraturan Bupati Sleman Nomor 104 Tahun 2016 tentang kedudukan, susunan organisasi, Tugas dan fungsi, serta tata kerja Kesbangpol," katanya.

Ia mengatakan, pengukuhan FKDM tersebut juga merupakan tindaklanjut  Peraturan Menteri melalui keputusan Bupati Sleman nomor 2.12/kep.KDH/A/2019 tentang Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat Kabupaten Sleman dan FKDM di 17 Kecamatan yang ada di wilayah Kabupaten Sleman.

Bupati Sleman Sri Purnomo dalam kesempatan tersebut mengimbau kepada seluruh anggota FKDM yang telah dilantik agar melaksanakan tugas dan tanggungjawab yang telah diamanahkan sehingga susasana kehidupan msayarakat di Wilayah Kabupaten Sleman dapat berjalan dengan tertib, aman dan tenteram.

"Tugas utama sebagai anggota FKDM baik tingkat Kabupaten maupun tingkat Kecamatan ini menjadi sangat strategis. Bermitra dengan Pemerintah, memberikan informasi-informasi kepada Pemerintah di level Kecamatan dan Kabupaten sehingga harapannya situasi dapat kondusif, aman, tenteran, nyaman," katanya.

Sri Purnomo mengatakan bahwa Kabupaten Sleman merupakan wilayah yang dinamis. Penduduk yang berada di wilayah Kabupaten Sleman sangat beragam.

"Terlebih, jumlah mahasiswa yang merupakan pendatang dari berbagai daerah di Indonesia, tidak sedikit yang tinggal di wilayah Sleman," katanya.

Ia juga menyampaikan bahwa perkembangan teknologi saat ini dapat diakses oleh berbagai kalangan. Dari kedua hal tersebut yaitu masyarakat yang beragam serta perkembangan teknologi saat ini, berpotensi menghadirkan konflik di kehidupan bermasyarakat seperti penyebarluasan informasi bohong atau hoaks.

"Kami mengharapkan FKDM baik Kabupaten Sleman maupun Kecamatan menjadi garda terdepan dalam meminimalisir potensi konflik yang dapat dipicu oleh hal-hal tersebut sehingga tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan," katanya.***2***


Pewarta : Victorianus Sat Pranyoto


 
Pewarta :
Editor: Herry Soebanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar