Produk kuliner rumahan Yogyakarta didorong menembus pasar modern

id UKM kuliner, kurasi

Ilustrasi. Produk UKM kuliner di Kota Yogyakarta. (ANTARA/Eka Arifa Rusqiyati)

Yogyakarta (ANTARA) - Pemerintah Kota Yogyakarta bersama Forum Tanggung Jawab Sosial Lingkungan Perusahaan mendorong produk kuliner rumahan bisa menembus gerai toko atau minimarket modern yang ada di kota tersebut.

"Pemerintah Kota Yogyakarta sudah melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan kualitas produk. Tetapi, yang paling penting adalah adanya perubahan mindset dari pelaku usaha itu terlebih dulu, yaitu tidak lagi berkutat pada pasar di lingkungan rumah mereka tetapi harus berkembang lebih luas," kata Wakil Wali Kota Yogyakarta Heroe Poerwadi di Yogyakarta, Selasa.

Menurut dia, beberapa upaya yang sudah dilakukan Pemerintah Kota Yogyakarta bersama Forum Tanggung Jawab Sosial Lingkungan Perusahaan di antaranya adalah menggelar kurasi produk olahan kuliner hasil industri rumah tangga.

Selain itu, Pemerintah Kota Yogyakarta juga rutin menggelar pelatihan untuk sertifikasi nomor pangan industri rumah tangga sehingga produk makanan yang dihasilkan sudah teruji dan dipastikan diolah secara higienis.

"Pelaku industri rumah tangga juga harus memastikan bahwa mereka bisa menyuplai produk secara teratur dan kualitas produk terjaga. Jangan sampai, hari ini makanannya enak, tetapi besok tidak enak. Semua harus ada standarnya," katanya.

Ia pun mengingatkan agar pelaku industri rumah tangga yang ingin produknya bisa dipasarkan lebih luas dapat bersikap terbuka terhadap berbagai masukan. "Jangan cepat puas karena produknya sudah laris dijual di lingkungan sekitar rumah," katanya.

Sementara itu, Ketua Forum Tanggung Jawab Sosial Lingkungan Perusahaan Wahyu Wijanarko mengatakan, rutin menggelar pelatihan kepada pelaku industri rumah tangga, khususnya kelompok masyarakat yang sudah masuk dalam basis data aplikasi Nglarisi milik Pemerintah Kota Yogyakarta.

Dalam aplikasi Nglarisi tersebut, tercatat ada sebanyak 95 kelompok masyarakat yang menjadi penyedia makanan dan minuman untuk berbagai kegiatan di lingkungan Pemerintah Kota Yogyakarta. Namun, baru ada sekitar 80 kelompok yang aktif.

“Masih perlu banyak perbaikan dari sisi kualitas dan kemasannya. Standar produk memang harus ditingkatkan," katanya.

Ia berharap, kelompok masyarakat yang masuk dalam basis data Nglarisi tersebut tidak hanya menyediakan sajian makan dan minum untuk berbagai kegiatan di lingkungan Pemerintah Kota Yogyakarta saja tetapi bisa diperluas yaitu masuk ke gerai-gerai toko atau minimarket modern.

"Sampai sekarang, memang belum ada kelompok usaha kuliner di masyarakat yang produknya masuk ke minimarket atau toko modern. Oleh karena itu, upaya untuk perbaikan kualitas dan standar produk terus kami lakukan. Harapannya, kelompok usaha kuliner ini naik kelas," kata Wahyu yang juga menjabat sebagai Pemimpin Cabang BPD Senopati.

Pewarta :
Editor: Herry Soebanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar