Donor darah PMI Yogyakarta turun 60 persen saat puasa

id Donor darah, pendonor, PMI

Ilustrasi - Pengunjung mendonorkan darahnya saat Peringatan Hari Kesetiakawanan Sosial 2019 di Mal Malioboro, Yogyakarta, Senin (1/4/2019). (Antara Foto/Andreas Fitri Atmoko)

Yogyakarta (ANTARA) - Jumlah donor darah di PMI Kota Yogyakarta diperkirakan akan mengalami penurunan sekitar 60 persen hingga 70 persen selama bulan puasa sehingga akan mempengaruhi stok darah yang dimilikinya.

“Penurunan jumlah donor akan menurunkan jumlah stok darah. Kami akan coba lakukan manajemen dengan baik agar stok darah tercukupi. Kami utamakan untuk memenuhi kebutuhan di Kota Yogyakarta terlebih dulu,” kata Koordinator Unit Transfusi Darah PMI Kota Yogyakarta Nur Edi Hidayatullah di Yogyakarta, Senin.

Menurut dia, rata-rata kebutuhan darah di Kota Yogyakarta setiap bulan mencapai sekitar 3.000 hingga 4.000 kantong. Jika tidak ada permintaan tambahan dari luar daerah, maka stok darah yang dimiliki PMI Kota Yogyakarta dalam kondisi yang cukup selama bulan puasa.

Namun, lanjut Nur Edi, PMI Kota Yogyakarta selalu memperoleh permintaan darah dari luar kabupaten lain di DIY, bahkan kerap memperoleh permintaan untuk memenuhi kebutuhan sejumlah rumah sakit di Jawa Tengah dan Jawa Timur.

“Baru saja ada permintaan darah dari RS Karyadi Semarang. Sebelumnya, kami juga sudah menerima permintaan darah dari Malang, Grobogan dan Lamongan. Kami biasanya mengirimkan sisa stok darah ke berbagai daerah di Jawa Tengah dan Jawa Timur,” katanya.

Sedangkan untuk memastikan agar stok darah selama bulan puasa tercukupi, PMI Kota Yogyakarta mengimbau kepada masyarakat maupun donor untuk tetap menyumbang darahnya.

“Kegiatan donor darah di PMI atau melalui donor darah massal bisa dilakukan saat malam hari. Atau menggiatkan kelompok di gereja-gereja agar bisa menggelar donor darah massal,” katanya.

Meskipun demikian, lanjut dia, PMI Kota Yogyakarta sampai saat ini belum banyak memperoleh permohonan untuk melaksanakan donor darah massal selama Ramadhan. “Baru ada sekitar 15 kegiatan saja sampai pekan depan. Target di tiap kegiatan juga tidak terlalu banyak, sekitar 30 kantong saja. Padahal, biasanya ada tiga sampai empat kegiatan donor darah massal dalam sehari,” katanya.

Beberapa tempat yang akan menyelenggarakan kegiatan donor darah massal di antaranya di Mushola Nurul Ihsan Surokarsan pada Kamis (9/5), dan pada Jumat (10/5) digelar di Banteng Baru Jalan Kaliurang, serta pada Minggu (12/5) digelar di Gereja Pelem Baturetno, Gereja Kalam Kudus Beskalan dan Masjid Bokoharjo Prambanan.

Jika stok darah selama puasa tidak bertambah, maka dikhawatirkan akan terjadi kekurangan darah pada pekan kedua Lebaran. “Hal itu disebabkan terjadi peningkatan permintaan darah yang cukup signifikan dari rumah sakit. RS biasanya menunda melakukan operasi saat Lebaran dan baru dilakukan pada pekan kedua Lebaran, akibatnya permintaan melonjak drastis. Padahal, masih banyak donor darah yang berlibur,” katanya.

Saat ini, di PMI Kota Yogyakarta tercatat ada sekitar 20.000 pendonor darah sukarela. “Namun demikian, mereka baru bisa mendonorkan darahnya tiap dua bulan sekali sehingga memang perlu diadakan banyak kegiatan donor darah massal saat Ramadhan untuk menjaga stok darah,” katanya.*




 

Pewarta :
Editor: Herry Soebanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar