Uji coba Jalan Wijilan Yogyakarata searah dievaluasi minggu depan

id Jalan Wijilan, searah,gudeg

Jalan Wijilan Yogyakarta diubah menjadi jalan searah khusus untuk mobil guna mengantisipasi kepadatan lalu lintas di ruas jalan yang menjadi sentra gudeg itu. (Eka Arifa Rusqiyati)

Yogyakarta (ANTARA) - Dinas Perhubungan Kota Yogyakarta akan mengevaluasi penerapan manajemen lalu lintas searah khusus kendaraan roda empat di Jalan Wijilan Yogyakarta yang menjadi sentra gudeg itu pada pekan depan.

“Penerapan arus lalu lintas searah khusus mobil yaitu dari utara ke selatan sudah kami terapkan sejak 1 Juni. Pekan depan akan kami evaluasi bagaimana pelaksanaan di lapangan dan dampaknya pada kelancaran lalu lintas,” kata Kepala Bidang Lalu Lintas Dinas Perhubungan Kota Yogyakarta Windarto di Yogyakarta, Sabtu.

Menurut dia, perubahan manajemen lalu lintas menjadi searah di Jalan Wijilan tersebut dapat dilakukan lebih cepat dari rencana awal karena kondisi di lapangan dinilai sudah siap dan masyarakat di kawasan tersebut memberikan dukungan.

“Awalnya, uji coba lalu lintas searah khusus mobil baru akan dilakukan usai Lebaran dengan pertimbangan kesibukan aparat kepolisian karena saat itu masih fokus pada pengamanan usai penetapan hasil penghitungan suara Pemilu. Namun, ternyata bisa dilakukan lebih cepat,” katanya.

Guna memberikan informasi ke masyarakat terkait perubahan arus lalu lintas menjadi searah khusus untuk mobil, Dinas Perhubungan Kota Yogyakarta menempatkan rambu portabel di ujung simpang Jalan Wijilan dengan Jalan Matrigawen.

Meskipun sudah diberi rambu larangan masuk bagi kendaraan roda empat, namun masih ada beberapa mobil pribadi yang terlihat melawan arus dengan melaju dari arah selatan ke utara.

Perubahan arus lalu lintas Jalan Wijilan dari semula dua arah menjadi satu arah bagi mobil tersebut dilakukan berdasarkan berbagai pertimbangan, di antaranya kepadatan kendaraan di ruas jalan tersebut serta kapasitas jalan.

Lebar Jalan Wijilan yang menjadi pusat kuliner gudeg di Kota Yogyakarta hanya mencapai sekitar 8,5 meter dan karena keterbatasan lokasi parkir, maka banyak pengunjung yang memarkirkan kendaraannya di sisi kiri atau kanan jalan sehingga meningkatkan potensi kemacetan.

Dengan perubahan arus lalu lintas menjadi searah, pengunjung maupun wisatawan diharapkan memarkirkan kendaraannya di satu sisi ruas jalan saja.

“Jika dari evaluasi menunjukkan hasil yang baik dan memperoleh dukungan masyarakat, maka perubahan arus akan segera dipermanenkan. Begitu juga sebaliknya. Jika hasilnya kurang baik, maka akan ada kebijakan lain yang diterapkan. Tujuannya agar lalu lintas lancar,” katanya.

Selain di ruas Jalan Wijilan, Dinas Perhubungan Kota Yogyakarta juga memberlakukan aturan parkir di satu sisi jalan yaitu di sisi selatan untuk di Jalan Ibu Ruswo yang juga menyambung dengan Jalan Wijilan.

Baca juga: Jalan Wijilan Yogyakarta akan menjadi satu arah untuk mobil

Pewarta :
Editor: Herry Soebanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar