DKP Kulon Progo beri bantuan kapal untuk tiga kelompok nelayan

id Bantuan kapal,DKP Kulon Progo

Kapal-kapal nelayan Pantai Trisik, Kabupaten Kulon Progo, DIY, diparkirkan di darat karena gelombang tinggi yang menerjang kawasan pantai selatan. (Foto ANTARA/Sutarmi)

Kulon Progo (ANTARA) - Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, memberikan tiga unit kapal perahu motor tempel kepada tiga kelompok nelayan di wilayah ini dalam rangka meningkatkan hasil tangkapan.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kulon Progo Sudarna di Kulon Progo, Senin, mengatakan tiga kelompok yang mendapat bantuan, yakni KUB Samudro Mina, KUB Tani Maju II dan KUB Tani Maju.

"Bantuan diberikan kepada kelompok yang sudah memiliki koperasi dan kami berharap bantuan dapat meningkatkan hasil tangkap ikan," kata Sudarna.

Ia mengatakan bantuan dapat meningkatkan baik intensifikasi dan ekstensifikasi. Intensifikasi, harapannya jumlah kapal bertambah, dan hasil tangkapan bertambah. Harapannya, jumlah perahu bertambah, hasil tangkapan bertambah.

"Kami juga berharap bantuan ini mampu meningkatkan aktivitas melaut bagi nelayan di Kulon Progo," katanya.

Sudarna mengatakan saat ini, jumlah kapal motor tempel sebanyak 124 unit yang tersebar di berbagai titik tempat pelelangan ikan, mulai dari TPI Trisik, TPI Bugel, TPI Karangwuni dan TPI Jangkaran. Kalau ditambah empat unit, totalnya 124 unit.

"Jumlah kapal yang aktif menangkap dari 124 unit, rata-rata mencapai 30 persen perhari dalam kondisi yang memungkinkan melaut. Kita ketahui bersama kondisi gelombang selatan tidak dapat ditebak, kadang-kadang tinggi, dan kadang normal," katanya.

Dia mengatakan DKP Kulon Progo juga membekali nelayan dengan berbagai pelatihan membuat jaring, navigasi, dan keterampilan memperbaiki mesin PMT. Sehingga sewaktu-waktu, ilmu atau keterampilan mereka dapat dimanfaatkan.

"Kami berikan pelatihan yang aplikatif, supaya mereka semakin profesional menjadi nelayan," katanya.

Ia mengatakan DKP juga memberikan bantuan berupa berbagai jenis jaring untuk menangkap ikan, seperti jaring layur, dan jaring serang. Kemudianm baju pelampung dan lampu kelip.

"Alat tangkap ini paling dibutuhkan nelayan Kulon Progo. Tingkat kerusakan alat tangkap sangat tinggi, sehingga setiap tahun, bantuan mayoritas alat tangkap," katanya.

Anggota Fraksi PAN DPRD Kulon Progo Priyo Santoso berharap DKP memberdayakan nelayan dengan berbagai kegiatan perikanan untuk mengantisipasi pada saat tidak melaut.

"Pada saat gelombang tinggi, nelayan pasti tidak melaut dan tidak memiliki penghasilan. Nelayan harus dibekali keterampilan lain supaya tetap mendapatkan penghasilan saat mereta tidak melaut," katanya.
    Baca juga: Program kapal bantuan nelayan diharapkan memperhatikan kearifan daerah
Pewarta :
Editor: Victorianus Sat Pranyoto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar