Koperasi di Yogyakarta belum banyak manfaatkan teknologi informasi

id Koperasi, teknologi informasi,Yogyakarta

Koperasi di Yogyakarta belum banyak manfaatkan teknologi informasi

Kepala Dinas Koperasi UKM Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kota Yogyakarta Lucy Irawati (kiri) (Eka Arifa Rusqiyati)

Yogyakarta (ANTARA) - Dinas Koperasi UKM Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kota Yogyakarta menyebut, belum banyak koperasi di kota tersebut yang memanfaatkan teknologi informasi untuk mendukung manajemen pengelolaan sehari-hari.

“Memang sudah ada yang memanfaatkan teknologi informasi sehingga memudahkan anggota untuk melakukan pengecekan jumlah simpanan, jumlah iuran yang harus dibayar, utang yang harus dilunasi dan sisa hasil usaha (SHU) yang akan diperoleh. Tetapi, koperasi yang menerapkannya belum banyak,” kata Kepala Dinas Koperasi UKM Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kota Yogyakarta Lucy Irawati di Yogyakarta, Senin.

Menurut dia, selain memudahkan anggota untuk mengecek berbagai informasi terkait keanggotaan mereka, pemanfaatan teknologi informasi tersebut juga akan memudahkan pengurus dalam mengelola koperasi dan menunjukkan bahwa pengurus koperasi bersikap terbuka terhadap seluruh anggota.

Oleh karena itu, Lucy berharap, melalui tema Hari Koperasi pada tahun ini yaitu reformasi total koperasi di era industri 4.0 akan membawa pemahaman yang lebih baik ke seluruh pengurus koperasi di Kota Yogyakarta untuk mulai memanfaatkan teknologi informasi dalam manajemen operasional sehari-hari.

Pemerintah Kota Yogyakarta, lanjut Lucy, terus melakukan kegiatan pembinaan terhadap koperasi-koperasi yang ada di Kota Yogyakarta termasuk mengenalkan pemanfaatan teknologi informasi meskipun secara sederhana.

Salah satu upaya yang dilakukan Pemerintah Kota Yogyakarta adalah membuka Klinik Koperasi Sehat (KKS). Selain memberikan layanan konsultasi dan pembinaan koperasi berbasis online, melalui KKS tersebut juga dilakukan pelatihan untuk pengurus koperasi agar melek teknologi.

Melalui pelatihan tersebut, pengurus koperasi bisa melakukan pemutakhiran data keanggotaan, nilai aset, omzet dan modal yang dimiliki secara online.

“Kami juga memiliki anggaran dari dana alokasi khusus (DAK) untuk menyelenggarakan pelatihan peningkatan kualitas SDM koperasi,” katanya.

Sementara itu, Kepala Bidang Koperasi Dinas Koperasi UKM Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kota Yogyakarta Prabaningtyas mengatakan, jumlah koperasi yang dikelola milenial sudah cukup banyak. “Hampir separuh dari koperasi yang sudah menyelenggarakan rapat anggota tahunan (RAT) dikelola oleh kaum milenial,” katanya.

Menurut dia, jumlah pengurus koperasi dari kelompok milenial diperkirakan akan semakin banyak sehingga diharapkan kualitas koperasi yang ada di Kota Yogyakarta semakin baik dari waktu ke waktu.

Sementara itu, Ketua Dekopinda Kota Yogyakarta Iskandar menyebut tantangan utama yang dihadapi pengurus koperasi saat ini adalah perkembangan teknologi informasi yang sangat pesat.

“Mau tidak mau, suka tidak suka, pengurus koperasi harus mampu memanfaatkan teknologi informasi dalam pengelolaan koperasi. Pengurus harus bisa beradaptasi dengan perkembangan teknologi,” katanya.

Hingga saat ini, jumlah koperasi aktif di Kota Yogyakarta tercatat sebanyak 362 koperasi. Sebanyak 130 koperasi sudah menjalani pemeringkatan pada 2018 dengan hasil dua koperasi masuk kategori sangat berkualitas, 92 koperasi cukup berkualitas dan 36 koperasi berkualitas.

Pada tahun ini, juga dilakukan pemeringkatan terhadap 130 koperasi lainnya dan prosesnya sedang berjalan. Hasil pemeringkatan berlaku dua tahun sehingga pada 2020 akan dilakukan pemeringangkatan terhadap 130 koperasi yang sudah menjalani pemeringkatan pada 2018.
Baca juga: 15 koperasi di Bantul tidak aktif

 

Pewarta :
Editor: Herry Soebanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar