Rektor UIN Sunan Kalijaga mewisuda 1.609 lulusan

id uin sunan kalijaga

Rektor UIN Sunan Kalijaga mewisuda 1.609 lulusan

Rektor UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta Prof KH Yudian Wahyudi dalam rapat senat terbuka wisuda periode I tahun akademik 2019/2020 (HO-Humas UIN Sunan Kalijaga)

Yogyakarta (ANTARA) - Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta Prof KH Yudian Wahyudi mewisuda sebanyak 1.609 lulusan dalam rapat senat terbuka wisuda periode I tahun akademik 2019/2020 yang dilaksanakan Rabu (13/11) dan Kamis (14/11).

Pada Rabu (13/11) diwisuda sebanyak 804 lulusan dan Kamis (14/11) diwisuda sebanyak 805 lulusan. Total sebanyak 1.609 lulusan itu terdiri atas 1.231 lulusan S-1, 323 lulusan S-2, dan 55 lulusan S-3.

Dari total sebanyak 1.609 lulusan itu 6 di antaranya merupakan penyandang disabilitas, yakni Septian Anggres R, Anisa Kusuma W, Rohmadi, Trismunandar, Rio Walua, dan Ahmad Abdullah. Mereka lulusan S-1.

Sampai dengan wisuda periode ini, jumlah lulusan atau alumni UIN Sunan Kalijaga sebanyak 64.172 orang, 705 orang di antaranya bergelar Doktor dan 6.287 bergelar Magister. 

Prof Yudian Wahyudi mengatakan penyiapan SDM yang kompeten dan kompetitif dimulai sejak tahapan pembinaan mahasiswa baru. Sebelum memulai perkuliahan, mahasiswa baru dibekali kegiatan Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK).

PBAK diikuti semua mahasiswa baru termasuk mahasiswa asing yang berjumlah 25 orang. Kegiatan ini sebagai fondasi awal secara akademik, menumbuhkan kekuatan mental, sosial, dan spiritual mahasiswa.

"Hal itu sebagai bekal mereka untuk beradaptasi dengan lingkungan baru di dalam maupun di luar kampus. Kegiatan  PBAK dimulai dengan shalat hajat berjamaah dan Majelis Ayat Kursi di bawah bimbingan rektor langsung," kata Yudian.

Menurut dia, salah satu topik penting PBAK tahun ini adalah menumbuhkan sikap keberagamaan Islam yang moderat dan inklusif. Mahasiswa UIN Sunan Kalijaga harus menjadi garda depan moderasi Islam (Islam wasatiyah) untuk disampaikan kepada dunia, Islam yang dapat berdampingan secara damai dengan semua umat dan kalangan yang berbeda, sebagai wujud dari misi Islam rahmatan lil-lalamin.

Untuk itu, PBAK tahun ini juga dikemas dengan model Fun and Smart. Tidak ada lagi kekerasan, bullying, dan hukuman fisik. PBAK dilaksanakan secara menyenangkan (Fun) tapi tetap mencerdaskan (Smart).

"Rangkaian PBAK ditutup dengan Deklarasi Islam Moderat oleh seluruh mahasiswa baru disaksikan Direktur Sosbud Baintelkam Polri Brigadir Jenderal Polisi Merdisyam," katanya.

Ia mengatakan tahapan pembinaan mahasiwa baru berikutnya adalah mengikuti Program Pesantren selama satu tahun (2 semester). Program ini telah dimulai sejak tahun akademik 2018/2019.

UIN Sunan Kalijaga bekerja sama dengan sejumlah pesantren di Yogyakarta untuk menjadi mitra tempat pembinaan mahasiswa baru. "Output" dari program ini mahasiswa ditargetkan hapal Al Quran minimal juz 30 dan memiliki kecakapan untuk menjadi imam shalat.

Paralel dengan program ini, sejak tahun akademik 2018/2019 UIN Sunan Kalijaga mengeluarkan kebijakan kewajiban mahasiswa memiliki sertifikat kelulusan tes baca-tulis Al Quran untuk dapat mendaftar munaqasyah (ujian skripsi).

"Dalam jangka panjang, UIN Sunan Kalijanga sedang merancang pembangunan Pesantren Mahasiswa (Ma'had al-Jami'ah) sebagai tempat pembinaan dasar-dasar agama, pembentukan pemahaman moderasi Islam, pembentukan karakter dan akhlakul-karimah, peguasaan keterampilan baca-tulis Al Quran, serta penguatan keterampilan berbahasa asing (Arab dan Inggris)," katanya.

Sejalan dengan tahapan menuju World Class University in Islamic Studies, kata Yudian, UIN Sunan Kalijaga semakin diakui kiprahnya di dunia internasional.

Salah satunya, UIN Sunan Kalijaga dipercaya menjadi Kantor Sekretariat Asian Islamic Universities Association (AIUA) atau Asosiasi Universitas Islam se-Asia yang anggotanya telah mencapai 68 perguruan tinggi dari 7 negara, yaitu Indonesia, Malaysia, Brunei Darussalam, Thailand, Maladewa, Bangladesh, dan Filipina.

"Sejumlah perguruan tinggi dari negara-negara lain akan menyusul menjadi anggota AIUA. Asosiasi ini meluncurkan Asian Islamic Quality Assurance (AIQA) sebagai platform penjaminan mutu universitas-universitas Islam, baik untuk anggota AIUA maupun non-anggota," kata Yudian yang juga Presiden AIUA.

UIN Sunan Kalijaga juga dipercaya menjadi pengelola beberapa jurnal internasional terbitan AIUA, yaitu Journal of Applied Science & Innovation Technology, Journal of Islamic Education, Journal of Islamic Finance, Journal of Islamic Law, dan Journal of Islamic Philosophy & Sufism.
Pewarta :
Editor: Herry Soebanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar