Pemkab Sleman mulai tata kawasan Jalan Kolombo

id Pemkab Sleman,Simpang Lima UNY,Kabupaten Sleman,Sleman

Pemkab Sleman mulai tata kawasan Jalan Kolombo

Arus kendaraan di simpang lima UNY yang padat dan semrawut. (Foto Antara/Victorianus Sat Pranyoto)

Sleman (ANTARA) - Pemerintahan Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, secara bertahap mulai melakukan penataan kawasan Jalan Colombo, Kecamatan Depok, untuk mengurangi kesemrawutan di seputar Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) tersebut.

"Secara bertahap kami mulai melakukan penataan setelah memasang alat pemberi isyarat lalu lintas (APILL) di simpang lima kampus UNY, saat ini akan dilanjutkan penataan pedagang di sepanjang ruas jalan tersebut," kata Kepala Bidang Lalu Lintas Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Sleman Marjanto di Sleman, Selasa.

Menurut dia, sasaran penertiban utamanya pedagang menggunakan mobil yang berjualan di sisi utara jalan, karena keberadaan mereka dinilai mengganggu ketertiban lalu lintas.

"Kami sudah melayangkan surat permohonan ke Satpol PP untuk menertibkan pedagang yang mengganggu kelancaran lalu lintas. Harapan kami, penertiban bisa segera dilaksanakan," katanya.

Penataan pedagang menjadi salah satu dari beberapa catatan evaluasi uji coba traffic light UNY yang diberlakukan pada Selasa (22/1) lalu.

Selain PKL, Dishub Sleman juga menyoroti parkir sembarangan di mulut simpang jalan.

"Sesuai peraturan, radius 25 meter dari titik simpang tidak boleh digunakan untuk parkir kendaraan," katanya.

Ia mengatakan,  pihaknya akan menempatkan rambu serta menambah garis biku-biku yang menandai larangan parkir. Saat ini, garis biku-biku baru ada di sisi barat dan timur jalan.

"Namun yang lebih penting adalah kesadaran masyarakat. Jika sudah sadar, tanpa rambu-rambu pun tidak masalah," katanya.

Marjanta mengatakan, evaluasi lainnya mengenai keberadaan kotak gardu listrik di sisi selatan APILL, yang penempatannya dirasa terlalu rendah.

"Solusinya, warga sekitar Samirono akan menyampaikan permohonan kepada PLN untuk memindahkan kotak tersebut ke posisi lebih tinggi," katanya.
 
Pewarta :
Editor: Herry Soebanto
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar