Dinkes Kulon Progo sebut 414 warga pulang kampung masuk kategori ODC

id COVID-19,Kulon Progo,warga pulang kampung

Dinkes Kulon Progo sebut 414 warga pulang kampung masuk kategori ODC

Pelaksana tugas Kepala Dinas Kesehatan Kulon Progo Sri Budi Utami. (Foto ANTARA/Sutarmi)

Kulon Progo (ANTARA) - Dinas Kesehatan Kabupaten Kulon Progo, DI Yogyakarta, mencatat selama kurun waktu Februari-24 Maret 2020, 414 warga daerah itu pulang kampung dan masuk dalam kategori orang dalam catatan atau ODC.

Mereka masuk kategori ODC karena pulang dari daerah yang dinyatakan terjangkit COVID-19. Mereka pulang dari Jakarta, Surabaya, Malang, dan luar negeri, seperti Malaysia dan pulang umrah, namun mayoritas dari Jakarta.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kesehatan Kulon Progo Sri Budi Utami di Kulon Progo, Jumat, mengatakan jumlah pendatang (warga yang pulang kampung) terus bertambah setiap hari.

"Jumlah tersebut masih terus bertambah. Kami masih melakukan koordinasi dengan semua pihak. Namun, hingga saat ini data belum masuk secara keseluruhan, karena desa, kecamatan atau puskesmas belum melaporkan pendatang yang masuk," kata Sri Budi Utami.

"Imbauan Presiden RI sudah jelas, masyarakat tidak perlu kemana-mana, tapi Kulon Progo tetap menerima warga yang datang dari luar daerah," katanya.

Ia mengimbau kepada warga yang baru datang ke Kulon Progo segera melapor ke puskesmas atau memeriksakan kesehatan bila ada gejala-gejala yang merujuk pada COVID-19.

"Kami siap memberikan pelayanan dan melakukan pemantauan kepada warga pendatang. Kami juga berharap kepada masyarakat untuk segera melapor kepada petugas bila ada pendatang yang datang dari daerah terjangkit," katanya.

Sementara itu, Bupati Kulon Progo Sutedjo mengingatkan warga selalu menjaga kebersihan diri dan lingkungan, mencuci tangan, dan tidak keluar rumah jika tidak sangat mendesak, serta tidak panik menghadapi wabah COVID-19.

"Mari kita berdoa semoga COVID-19 segera dapat diatasi, dan masyarakat dapat melaksanakan aktivitas kembali tanpa ada rasa was-was atau ketakutan," katanya.
 
Pewarta :
Editor: Herry Soebanto
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar