Yogyakarta menyiapkan masukan atas uji coba pedestrian Malioboro

id Malioboro,uji coba,pedestrian

Yogyakarta menyiapkan masukan atas uji coba pedestrian Malioboro

Dokumentasi - uji coba semi pedestrian di Jalan Malioboro Yogyakarta, 7 Februari 2020. (Antara/Eka AR)

Yogyakarta (ANTARA) - Pemerintah Kota Yogyakarta akan menyiapkan beberapa masukan terkait uji coba pedestrian yang saat ini dilakukan di Malioboro dengan membatasi jenis kendaraan yang diperkenankan masuk ke kawasan wisata tersebut yaitu hanya untuk bus TransJogja, kendaraan tidak bermotor, dan kendaraan operasional lainnya.



“Tentu saja dari berbagai kebijakan akan ada catatan yang perlu dikaji dan dievaluasi. Yang terpenting adalah menjaga supaya Malioboro tetap ramai dikunjungi wisatawan,” kata Wali Kota Yogyakarta Haryadi Suyuti di Yogyakarta, Kamis.



Menurut dia, sejumlah aspek yang perlu dievaluasi dari uji coba pedestrian Malioboro menuju kawasan heritage tersebut di antaranya ketersediaan infrastruktur pendukung, seperti lokasi parkir yang memadai, hingga manajemen dan rekayasa lalu lintas yang harus diterapkan.



“Kami akan tampung seluruh masukan untuk kemudian dikaji dan disampaikan saat evaluasi uji coba. Tentunya, kami berharap uji coba pedestrian Malioboro ini tetap memberikan hasil terbaik,” katanya.



Haryadi menambahkan, kondisi perekonomian di masa pandemi COVID-19 yang belum pulih juga menjadi salah satu catatan yang akan menjadi bahan evaluasi.



Uji coba pedestrian di Jalan Malioboro dilakukan sejak 3 November hingga 15 November. Kendaraan yang diperbolehkan melintas hanya kendaraan tidak bermotor, kecuali untuk bus TransJogja, kendaraan operasional dan kendaraan kegawatdaruratan.



Sejumlah ruas jalan di seputar Malioboro pun berubah menjadi jalan satu arah, yaitu Jalan Suryotomo dan Jalan Mataram menjadi searah ke utara, Jalan Pasar Kembang menjadi searah ke barat, dan Jalan Suprapto menjadi searang ke selatan.



Sementara itu, Ketua Pemalni Slamet Santosa yang mewadahi pedagang kaki lima sisi barat Jalan Malioboro mengatakan, komunitas PKL sangat keberatan dengan uji coba tersebut.



“Saat ini, kami baru mencoba bangkit tetapi kemudian ada uji coba pedestrian yang menyebabkan omzet kembali turun karena jumlah wisatawan berkurang. Pada hari biasa seperti sekarang, omzet bisa turun sampai 70 persen,” katanya.



Menurut dia, komunitas mendukung pedestrian di Malioboro, namun uji coba pedestrian tersebut dilakukan terburu-buru karena belum dilengkapi dengan sejumlah infrastruktur pendukung khususnya tempat parkir untuk wisatawan dengan kapasitas yang memadai.



“Perubahan arus lalu lintas juga menyebabkan wisatawan sulit masuk ke Malioboro. Mau ke Malioboro harus memutar jauh sekali. Belum lagi terkena macet. Makanya wisatawan menjadi malas ke Malioboro,” katanya.



Oleh karenanya, lanjut dia, PKL akan menyampaikan nota keberatan kepada Pemerintah DIY terkait uji coba pedestrian tersebut dan berharap uji coba hanya dilakukan selama lima hari terhitung sejak 3 November.



“Kalau dilakukan sampai pertengahan November, maka dampaknya bagi pedagang dan komunitas akan sangat besar. PKL dan toko juga sulit memasukkan barang,” katanya.

Pewarta :
Editor: Herry Soebanto
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar