Dispar DIY terapkan pentahelix untuk pulihkan pariwisata

id dispar diy

Dispar DIY terapkan pentahelix untuk pulihkan pariwisata

Kepala Bidang Pemasaran Dispar DIY Marlina Handayani (HO-Istimewa)

Yogyakarta (ANTARA) - Dinas Pariwisata (Dispar) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) akan menerapkan konsep pentahelix untuk memulihkan sektor pariwisata yang terdampak pandemi COVID-19.

Kepala Bidang Pemasaran Dispar DIY Marlina Handayani mengatakan, dalam konsep pentahelix itu pihaknya akan menggandeng pemerintah, industri, komunitas, media, dan akademisi untuk mencari solusi terbaik di sektor pariwisata

"Konsep pentahelix ini sedang diujicoba di destinasi wisata Tebing Breksi," kata Marlina dalam diskusi virtual bertajuk "Sinergi Menumbuhkan Sektor Pariwisata Pascapandemi", Selasa. 

Ia mengatakan pihaknya terus berupaya memulihkan perekonomian melalui sektor pariwisata dengan menerapkan protokol kesehatan berdasarkan arah pemerintah pusat yang diatur dalam "Pranatan Anyar Plesiran Jogja".

"Hasilnya mulai terlihat, dan wisatawan mulai kembali mengunjungi beberapa destinasi wisata terutama yang dinyatakan lolos untuk melakukan ujicoba," katanya.

Menurut dia, pihaknya menyusun protokol CHS yakni Cleanliness (Kebersihan), Health (Kesehatan), Safety (Keamanan) termasuk video edukasi bagi pelaku usaha pariwisata.

"Penerapan protokol CHS yang didukung oleh Pergub Nomor 28 Tahun 2020 itu menjadi pedoman bagi semua industri dan dikenal sebagai 'Pranatan Anyar Plesiran Jogja'," katanya.

Ia mengatakan pihaknya juga melakukan simulasi dan ujicoba protokol CHS sekaligus mendokumentasian sebagai bentuk "soft campaign" termasuk melakukan sosialisasi dan publikasi kepada seluruh pelaku usaha pariwisata, masyarakat domestik hingga mancanegara.

"Upaya lain adalah membuat aplikasi 'Visitting Jogja' di mana wisatawan bisa melakukan reservasi dan melakukan semua pembayaran melalui digital sehingga menghindari kontak langsung," kata Marlina.

Ia mengemukakan, "Pranatan Anyar Plesiran Jogja" ini sudah diujicoba di 93 dari 139 destinasi wisata yang ada di DIY seperti Tebing Breksi hingga Puncak Becici.

"Kami akan menegur pengelola bila melanggar dan bisa menutup kembali tempat usaha bila tidak ada perubahan, karena sudah ada garansi menaati protokol kesehatan," katanya.

Sementara itu, Head of Corporate Communication & Event Management AXA Mandiri Luile Retno Sawitri mengatakan pihaknya memberikan layanan telekonsultasi gratis, kesehatan mental dan layanan kesehatan bagi 1 juta pemegang polis selama pandemi COVID-19.

Selain itu, pihaknya juga bekerja sama dengan platform kesehatan "online" memberikan layanan pengantaran obat ke rumah, tes laboratorium di rumah, dan pengingat pengobatan dan pemesanan janji temu dengan dokter. Layanan lainnya adalah klaim kesehatan melalui aplikasi Whatsapp, layanan eksklusif, dan evakuasi medis.

"Klaim terkait penanganan COVID-19 hingga Agustus 2020 mencapai Rp13 miliar. Selama pandemi COVID-19, AXA Mandiri juga telah menyalurkan bantuan kepada masyarakat yang membutuhkan dan aksi kemanusiaan lainnya," katanya.
Pewarta :
Editor: Herry Soebanto
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar