Pemain Wolves dilarang belanja karena kasus COVID-19 melonjak

id Liga Inggris,Wolverhampton Wanderers ,Nuno Espirito Santo

Pemain Wolves dilarang belanja karena kasus COVID-19 melonjak

Manajer Wolverhampton Wanderers Nuno Espirito Santo saat timnya menghadapi Chelsea di Stadion Molineux, Wolverhampton, Inggris, -15 Desember 2020. Nuno melarang pemain-pemainnya belanja setelah Inggris diterjang varian baru virus corona. (Pool via REUTERS/MICHAEL STEELE)

Kami harus menghindari segala jenis risiko karena kami punya skuad kecil dan kami menghadapi masalah dengan para pemain yang absen,
Jakarta (ANTARA) - Wolverhampton Wanderers atau Wolves kembali melarang pemain-pemainnya berbelanja setelah larangan serupa pernah diterapkan selama lockdown nasional pertama di Inggris pada Maret, dan kini Inggris lockdown lagi setelah varian baru virus corona tengah menyebar luas di Inggris.

Bos Wolves Nuno Espirito Santo yang menginginkan dua kali tes COVID-19 dalam satu pekan kepada pemain dan staf setelah melonjaknya lagi kasus virus di Inggris, berkata bahwa klubnya menanggapi dengan mengorganisir pergi belanja untuk seluruh skuad.

"Kami punya staf untuk pergi belanja dan pergi ke supermarket demi mereka," kata Nuno dalam jumpa pers menjelang disambangi Tottenham hari ini, seperti dikutip Sky Sports.

Baca juga: Solskjaer akui kadang dibuat cemas oleh Bruno Fernandes

"Kami harus menghindari segala jenis risiko karena kami punya skuad kecil dan kami menghadapi masalah dengan para pemain yang absen," sambung Nuno.

"Kami tak bisa membiarkan kehilangan satu pemain pun, kami bilang kepada mereka tiap hari agar jangan santai dan usahakan lebih hati-hati."

"Staf dapur kami mengemaskan kotak besar kebutuhan pokok yang kami butuhkan. Selama masa pandemi yang berat ini, semua orang terdampak. Manakala situasi membaik kami bilang pada para pemain 'kalian bebas pergi dan belanjalah sendiri'".

Baca juga: Klopp tak akan halangi Salah jika ingin pindah

Dia melanjutkan, "Tetapi saat ini pada level di mana pertambahan kasus demikian tinggi dan kita menghadapi mutasi baru ini yang begitu dikhawatirkan semua orang, kami mengawali kembali merangkai ini semua. Ini soal melindungi diri sendiri kami."
 
Pewarta :
Editor: Nusarina Yuliastuti
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar