Pemkab Kulon Progo diminta membuat program inovatif imbangi PSN

id Kulon progo,program inovasi,DPRD Kulon Progo,Bandara Internasional Yogyakarta

Pemkab Kulon Progo diminta membuat program inovatif imbangi PSN

Anggota DPRD Kabupaten Kulon Progo mengikuti bimbingan teknis. (Foto ANTARA/Sutarmi)

Kulon Progo (ANTARA) - Anggota DPRD Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, Hamam Cahyadi mendorong pemerintah kabupaten setempat membuat perencanaan riil lintas sektoral dan program inovatif dalam mengimbangi Proyek Strategis Nasional (PSN) yang ada di wilayah ini sehingga menjadi daya ungkit kebangkitan ekonomi masyarakat.

Hamam Cahyadi di Kulon Progo, Selasa, mengatakan ada gap antara kemampuan pemerintah kabupaten dalam mengimbangi tuntutan dan tantangan yang sedang berkembang di Kulon Progo karena adanya Proyek Strategis Nasional (PSN).

"Beberapa hal penting strategis percepatan pembangunan perlu adanya perencanaan riil, tapi yang sekarang ini terkendala sektoral atau masih terjebak pada pola rutin, kurang luwes dan tidak responsif," kata Hamam Cahyadi disela-sela Bimbingan Teknis DPRD Kulon Progo.

Adapun PSN yang ada di Kulon Progo saat ini, yakni Bandara Internasional Yogyakarta, pembangunan jalan bebas hambatan Solo-Yogyakarta-Kulon Progo, pembangunan jalur akses kereta api Stasiun Kedundang-Bandara Internasional Yogyakarta, KSPN Borobudur, dan proyek Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Regional Kamijoro.

Menurut dia, ada persoalan koordinasi antara pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten, sehingga seakan berjalan sendiri-sendiri. Akibatnya, Dana Alokasi Khusus (DAK), dana keistimewaan, APBD I dan APBD II terkesan belum menggerakan ekonomi masyarakat Kulon Progo.

"Sejauh mana alokasi anggaran pemerintah pusat hingga APBD kabupaten dapat menuntaskan program unggulan Kulon Progo," katanya.

Ketua Dewan Riset Daerah (DRD) Kulon Progo periode 2015-2021 Bambang Suwignyo mengatakan Pemkab Kulon Progo tidak mampu menangkap peluang untuk mendongkrak protensi lokal dengan adanya PSN di wilayah ini, khususnya Bandara Internasional Yogyakarta. Kulon Progo ini merupakan sentra kelapa, dan pusat produksi gula semut di DIY.

Dengan adanya Bandara Internasional Yogyakarta ini menjadi peluang besar supaya produk lokal ini bisa dijual dengan harga tinggi tanpa harus ekspor. Saat ini, gula semut produksi Kulon Progo diekspor ke Singapura dengan harga jual Rp20 ribu per kilogram, kemudian oleh perusahaan di Singapura dikemas dengan baik, dan dijual kembali dengan harga Rp25 ribu per ons. Hal ini terjadi ketimpangan harga dan menciderai petani nira Kulon Progo.

Bambang mengatakan Pemkab Kulon Progo seharusnya menjadikan PSN sebagai kaidah inovasi daerah agar Kulon Progo juga mampu menangkap sebagai peluang kemajuan dan tidak hanya sebagai penonton. Salah satu peluangnya dengan keberadaan bandara adalah sektor pangan, selain UMKM.

"Seharusnya Pemkab Kulon Progo mampu memanfaatkan PSN Bandara Internasional Yogyakarta sebagai pintu gerbang menjual produk lokal Kulon Progo, khususnya gula semut," katanya.
Pewarta :
Editor: Victorianus Sat Pranyoto
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar