Kemenag prihatin atas adanya dugaan teroris di Bantul

id Kemenag

Kemenag prihatin atas adanya dugaan teroris di Bantul

Kantor Kemenag Bantul, DIY (Foto dok Kemenag Bantul)

Bantul (ANTARA) - Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, menyampaikan keprihatinan atas adanya dugaan teroris di daerah ini menyusul kejadian penangkapan sejumlah terduga teroris oleh Tim Detasemen Khusus (Densus 88) Antiteror dalam beberapa hari yang lalu.

"Kami atas nama Kemenag dengan adanya isu teroris di Bantul itu kita ikut prihatin, terutama kepada masyarakat yang ketika mendapat informasi pemahaman terkait kebangsaan, pengamalan agama itu kurang mendapat pencerahan," kata Kasubag TU Kantor Kemenag Bantul Basori Alwi disela Sosialisasi Cegah Tangkal Radikalisme di Kodim 0729/Bantul, Selasa.

Menurut dia, selain kurang kurang mendapat pencerahan pendidikan agama, munculnya paham terorisme juga karena tidak mendapat penjelasan yang sesuai dengan kaidah-kaidah umum beragama yang baik, berbangsa yang baik, sehingga ketika dia memahami terkait kebangsaan, memahami agama itu hanya secara parsial.

"Padahal secara umum agama itu membimbing, memberikan pencerahan kedamaian semua umat, sehingga ketika dipahami secara parsial, tentu tidak mendapat pencerahan," katanya.

Dia mengatakan, dalam agama juga secara tegas mengajak kebaikan, sehingga kalau itu diramu dalam konteks kebangsaan, dan dengan pencerahan dari para guru-guru yang benar, maka InsyaAllah yang mendapat bimbingan akan memahami agama dengan baik.

"Maka dengan adanya kejadian ini kita prihatin dan kita melihat kejadian ini biasanya dia itu mendapat pencerahan tidak pas, dia mendapat pendidikan agama biasanya secara parsial dari kelompok-kelompok tetentu, tidak dari ulama, kiai yang benar, kemudian diskusi maunya pemahaman sendiri tidak disadari ilmu yang luas," katanya.

Dengan pemahaman yang seperti, kata dia, maka yang bersangkutan mudah menyalahkan orang lain bahkan pemerintah dianggap 'taghut'.

"Tentu ini menjadi perhatian kita semua, makanya harus kita kerja sama semua lini masyarakat, pemerintah bagaimana masyarakat yang punya pemahaman agama secara parsial harus kita rangkul, diberi penjelasan dengan baik," katanya.

Sebelumnya, pada Jumat (2/4) Tim Densus 88 Antiteror Mabes Polri menangkap terduga teroris di wilayah Desa Bangunharjo Sewon Bantul, dan terduga teroris di wilayah Desa Segoroyoso Pleret Bantul, kemudian pada Minggu (4/4) kembali mengamankan terduga teroris asal Desa Gilangharjo Pandak Bantul.
Pewarta :
Editor: Bambang Sutopo Hadi
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar