Kota Yogyakarta gelar festival sastra wujud apresiasi pelestari sastra Jawa

id festival sastra,yogyakarta

Kota Yogyakarta gelar festival sastra wujud apresiasi pelestari sastra Jawa

Ilustrasi - Festival Sastra Yogyakarta 2021 ANTARA/Instagram/@dinaskebudayaankotajogja/Eka AR

Festival ini akan menjadi ‘brand’ agenda yang kami usung dengan tujuan membangkitkan denyut kehidupan sastra lokal di Yogyakarta dan lebih menguatkan Yogyakarta ...
Yogyakarta (ANTARA) - Dinas Kebudayaan Kota Yogyakarta menggelar Festival Sastra Yogyakarta 2021  dari tanggal 29 November hingga awal Desember 2021 sebagai wujud apresiasi kepada pelestari sastra Jawa di kota tersebut.

“Festival ini akan menjadi ‘brand’ agenda yang kami usung dengan tujuan membangkitkan denyut kehidupan sastra lokal di Yogyakarta dan lebih menguatkan Yogyakarta sebagai Kota Budaya,” kata Kepala Dinas Kebudayaan Kota Yogyakarta Yetty Martanti di sela pembukaan festival di Yogyakarta, Senin.

Sejumlah kegiatan yang akan diselenggarakan dalam festival sastra tersebut di antaranya pertunjukan sastra musikal Hanacaraka, pameran virtual manuskrip Serat Langen Wibawa, dan sandiwara Bahasa Jawa dengan judul “Sinten Sik Remen’.

Baca juga: DPRD Yogyakarta akan membahas 15 raperda pada 2022

Festival tersebut juga menampilkan pertunjukan sastra “Kidung Aksara Jawa” yang dipentaskan oleh sastrawan muda Yogyakarta yaitu para pemenang Kompetisi Bahasa Sastra yang telah digelar terlebih dulu.

Berbagai gelaran tersebut dapat dinikmati secara luas oleh masyarakat secara daring melalui akun YouTube milik Pemerintah Kota Yogyakarta dan Dinas Kebudayaan sesuai jadwal penayangan yang sudah ditetapkan.

Musikal Hanacaraka dapat dinikmati pada 1 Desember, dilanjutkan pameran virtual manuskrip pada 2 Desember, dan sandiwara Bahsa Jawa Sinten Sik Remen pada 3 Desember, talkshow sastra pada 4 Desember, dan pentas Kidung Aksara Jawa pada 5 Desember. Seluruhnya dimulai pada pukul 19.00 WIB.

Pada akhir Desember, juga akan diputar secara perdana film sastra berjudul “Gegaring Akrami” yang juga menjadi rangkaian tidak terpisahkan dari festival tersebut.

“Kami memikul tanggung jawab yang besar untuk memastikan bahwa kekayaan budaya tradisional Yogyakarta ini akan terus terjaga. Makanya, kami menggelar festival ini,” katanya.

Baca juga: Sultan HB X mendorong penguatan desa mandiri budaya

Selain untuk memberikan apresiasi terhadap pelestari sastra lokal, Yetty juga berharap gelaran festival tersebut dapat mengembalikan marwah orang Jawa dalam berbahasa dan beraksara Jawa.

Dinas Kebudayaan Kota Yogyakarta juga menyediakan 20 hadiah menarik bagi pelajar SD, SMP, SMA/SMK yang memberikan ulasan atau esai tentang sastra tradisional bersumber dari festival sastra tersebut.

Esai maksimal 500 kata tersebut dapat disampaikan secara daring melalui formulir yang sudah disiapkan maksimal pada 15 Desember.

 
Pewarta :
Editor: Nusarina Yuliastuti
COPYRIGHT © ANTARA 2022