Kulon Progo (ANTARA Jogja) - Produksi kakao di Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, selama 2012 mencapai 1.010,93 ton, kata Kepala Bidang Perkebunan Dinas Pertanian dan Kehutanan, Muhammad Aris Nugroho.

"Hasil produksi kakao di Kulon Progo terus mengalami kenaikan dari tahun ke tahun. Pada 2011 hasil produksi hanya mencapai 732 ton,53 ton, pada 2012 naik menjadi 1.010,93 ton," kata Aris, Kamis.

Dia mengatakan, meningkatnya produksi kakao di Kulon Progo tidak terlepas dari kebijakan program perluasan dan peremajaan tanaman kakao. Pada 2011 luasan lahan kakao hanya 2.139 hektare, pada 2012 lahan kakao mencapai 2.305 hektare.

"Kakao merupakan komoditas unggulan Kulon Progo, maka kami terus mendorong perluasan lahan. Luasan lahan sangat mempengaruhi hasil produksi kakao di Kulon Progo. Kami akan melakukan sosialisasi kepada petani untuk menanami pekarang dengan kakao," katanya.

Sebagai upaya meningkatkan produksi kakao, kata Aris, pada 2013, Dinas Pertanian dan Kehutanan (Dispertan) Kulon Progo akan kembali memperluas tanaman kakao seluas 100 hektare. Rencananya, benih yang akan dikembangkan adalah Tenologi Somatic Embriogenesis (SE) Kakao yang merupakan produk unggulan nasional.

Pada 2012, kata dia, Dispertan telah memperluas lahan tanaman kakao di Kecamatan Kalibawang, Girimulyo, Kokap dan Samigaluh. Untuk 2013 ini, perluasan tanaman kakao akan dipusatkan di Kecamatan Temon, Kokap, Sentolo, Kalibawang, dan Nanggulan.

Dia mengatakan, bantuan perluasan lahan kakao merupakan bantuan dari Kementerian Pertanian berupa bibit dan pupuk.

"Dari tujuh kecamatan yang menjadi sentra penghasil tanaman kakao, Kecamatan Kalibawang merupakan penghasil terbanyak kakao. Hampir seluruh masyarakat Kalibawang memanam tanaman kakao di pekarangan mereka," kata dia.

Selain perluasan lahan kakao, kata Aris, Kementerian Pertanian akan mengembangkan desa percontohan kakao di Desa Banjararum Kecamatan Kalibawang. Kedepannya, penanam kakao hingga penanganan paskapanen akan memberdayakan masyarakat dalam rangka meningkatkan nilai produk pertanian.

"Tahun ini, rencana induk pengembangan desa percontohan kakao sedang dibuat oleh Kementerian Pertanian. Pelaksanaan pengembangan Desa Banjararum akan dilaksanakan pada 2014. Meski demikian, kami sudah menyiapkan masyarakat untuk mengolah kakao menjadi bubuk," kata dia.

(KR-STR)

Editor: Mamiek
COPYRIGHT © 2014

Komentar Pembaca
Kirim Komentar