Sultan ingin DIY miliki museum batik

id batik

Batik salah satu warisan budaya (Foto Antara)

Jogja (Antara) - Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Sri Sultan HB X menginginkan daerah ini segera memiliki museum batik untuk menjamin kelestarian batik sebagai warisan budaya setempat.

"Untuk menjamin kelestarian batik agar segera dibentuk museum batik, seperti di Pekalongan, Jawa Tengah, yang telah menjadi rujukan nasional," kata Sultan dalam Acara Perayaan Jogja Kota Batik Dunia di Pagelaran Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat, Senin.

Menurut Sultan, hal itu perlu dilakukan sebagai tindak lanjut penobatan Yogyakarta sebagai Kota Batik Dunia oleh Dewan Kerajinan Dunia (World Craft Council/WCC) di Dongyang, Provinsi Zhejiang,

Tiongkok pada 2014.

"Perlu dilakukan upaya-upaya lanjutan agar peringkat Yogyakarta sebagai kota batik dunia tidak dicabut kembali," kata dia.

Menurut dia, di Yogyakarta memang telah berdiri museum batik seperti di Imogiri dan Kota Baru, namun museum itu bukan milik daerah melainkan milik keluarga atau kolektor batik.

"Kalau di Kota Baru dan Imogiri itu kan milik kolektor, " kata dia.

Pascapenetapan Yogyakarta sebagai kota batik dunia, menurut Sultan, masyarakat Yogayakrata tidak boleh berpangku tangan melainkan harus berkomitmen untuk melestarikan batik secara berkelanjutan.

Selanjutnya, menurut dia, pembangunan museum itu juga perlu diikuti peran desa dalam mengembangkan corak batik. Hal itu seperti yang telah dilakukan di Desa Giriloyo yang melakukan akulturasi antara batik Yogyakarta dan Surakarta.

"Harus menempatkan desa sebagai basis untuk melestariakn dan mengembangkan," kata dia.

(L007)
Pewarta :
Editor: Hery Sidik
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar