Sleman menggelar Festival Garis Imajiner di Code

id Festival sumbu imajiner

Ilustrasi (Foto Disbubpar Sleman)

Sleman, (Antara Jogja) - Dinas Kebudayaan Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, menggelar "Festival Garis Imajiner 2017" mulai 21-23 September 2017 di Sungai Code Blunyah Gede, Mlati.

"Perhelatan akbar ini terdiri atas tiga kegiatan yang berupa karnaval budaya, pergelaran seni kerakyatan, dan pertunjukan budaya," kata Kepala Dinas Kebudayaan Kabupaten Sleman Aji Wulantara, Rabu (20/9).

Menurut dia, karnawal budaya melibatkan 34 kelompok yang terdiri atas kontingen dari Polres Sleman, drumband, sanggar-sanggar kesenian dan bregada prajurut tradisional akan dilangsungkan pada Kamis 21 September 2017 mulai pukul 14.00-17.00 WIB.

"Karnaval budaya ini dibagi atas tiga jalur yaitu kelompok Monumen Jogja Kembali (Monjali) menuju Jembatan Sarjito, kelompok Pasar Kutu menuju Jembatan Sarjito dan kelompok Hotel Tentrem menuju Jembatan Sarjito. Di ketiga jalur karnaval ini akan menjadi daya tarik bagi para pengunjung, wisatawan maupun masyarakat umum," katanya.

Selengkapnya peserta karnaval budaya tersebut meliputi kelompok 1 dengan start dari Monjali adalah Polres Sleman, Drum Band Purna Paskibraka Indonesia/PPI Kabupaten Sleman, Bregada Nyi Prembun Sukoharjo Ngaglik, Sanggar Tari Kembangsore Kalasan, Sanggar Larasita Gadingan Sardonoharjo Ngaglik, Sanggar Tari Kembang Sore.

Bregodo Soroganen I Kalasan, Bregada Kromodipo Sumberan Candi Binangun Pakem, Bregodo Trimurti Cemoroharjo Candi Binangun, Pakem, Sanggar Mutiara Abadi Karang Geneng Umbulharjo Cangkringan, Bregada Tambak Kali Argomulyo Cangkringan, Bregada Paku Drajat Ndaleman Widodomartani Ngemplak, Sanggar Langen Bekso Wonolelo Pondik II Widodomartani Ngemplak, Bregada Gito Gati, Pajangan, Sleman, Sanggar Tari Cakra Kembang Pathen Tridadi Sleman.

Kemudian Kelompok 2 dengan start di Pasar Kutu terdiri atas Polres Sleman, Drum Band SMKN 1 Cangkringan, Bregada Wira Tamtomo Jlapan Pondokrejo Tempel, Sanggar Reog Wayang Wong Eko Budoyo Gesikan Merdikorejo Tempel, Bregada Gadhung Mlati Banyuurip Seyegan, Sanggar Tari Kinari Larasati Margodadi Seyegan, Bregada Sentana Budaya Mlati, Sanggar Tari Larasati Sinduadi, Bregada Kliran Sendangagung Minggir, Sanggar Sadar Budaya Daratan III Minggir, Sanggar Tari Aditya Yudha Surowangsan Girikerto, Bregada Tunggularum Turi, Sanggar Tari Ngrayung, Bokoharjo Prambanan.

Kelompok 3 dengan start di sekitar Hotel Tentrem adalah Polres Sleman, Drum Band Gita Bahana Sembada, Bregada Singokerti Ngrumbul Gedhe Kalasan, Sanggar Tari Kembang Sakura, Mesan Sinduadi Mlati, Bergada Reog Sembrani Sawo Prambanan, Bregada Tlogo Sandang Berbah, Sanggar Giri Seto Gamping, Bregada Rukun Krido Mudo Guyangan Gamping, Sanggar Tari Kawula Muda Sentiko Sumberrahayu Moyudan, Bregada Sastro Wilogo Menulis Moyudan dan Bregada Kyai Awen Ngawen Sidokarto Godean.

"Sedangkan untuk pergelaran seni budaya kerakyatan melibatkan setidaknya 21 grup seni budaya diantaranya jathilan, kobrasiswa, badui, topeng ireng, dsb yang akan dipentaskan selama tiga hari berturut-turut mulai pukul 09.00 hingga 22.00 WIB bertempat di panggung Bantaran Sungai Code/ bawah Jembatan Sarjito," katanya.
Sementara untuk pertunjukan budaya dipentaskan selama tiga hari pada 21 ? 23 September 2017 pukul 19.30 - 22.00 WIB yang berupa pementasan tiga genre bentuk seni yang berbeda namun menjadi sebuah rangkain cerita yang dipentaskan setiap malamnya, yang meliputi Pergelaran Sendratari Akbar yang menampilkan lima penata tari muda yaitu Hajar Wisnu Satoto, Gaung Rakayan Kinanta, Dewi Listyaningrum, Icuk Ismunandar, Ari Kusumaningrum.
"Kethoprak Akbar yaitu lima prestator Festival Kethoprak Kabupaten Sleman yaitu Kecamatan Sleman (PS BAYU), Kecamatan Berbah, Kecamatan Gamping, Kecamatan Minggir, dan Kecamatan Ngemplak dan Wayang Kulit Akbar yang menampilkan tiga dalang senior yaitu Ki Edy Suwondo, Ki Bayu Sugati, Ki Sutikno dan lima dalang cilik prestator festival dalang cilik Kabupaten Sleman, yaitu Zaky Kaditama, Adtya Sandhi Sadewa, Bernadetha Astri Putri N, Giang Bayu Tetuko, Davin Mahatma," katanya.
Aji mengharapkan perhelatan budaya yang baru pertama kalinya dilaksanakan tersebut dapat dijadikan sebagai ajang ekspresi, revitalisasi serta sebagai tontonan yang bernuansa budaya lokal yang perlu terus dilestarikan dan dikembangkan.
"Diharapkan dengan kesadaran masyarakat untuk terus mencintai budaya sendiri akan dapat mewujudkan karakter luhur bagi masyarakat dan generasi budaya di tengah-tengah peradaban global," katanya.***4***




(V001)












Editor: Victorianus Sat Pranyoto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar