Nelayan DIY belum siap gunakan BBG

Pewarta : id Nelayan

Ilustrasi (Foto Antara/Deni Priyatin/ags/15)

Yogyakarta,(Antara Jogja) - Dinas Kelautan dan Perikanan Daerah Istimewa Yogyakarta menyatakan umumnya nelayan di daerah ini belum siap menggunakan bahan bakar gas (BBG) untuk menghidupkan mesin kapal karena khawatir terkendala pasokan.

"Mereka khawatir jangan-jangan nanti pemerintah tidak menyediakan elpiji secara berkelanjutan, sehingga justru akan menghambat aktivitas melaut," kata Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) DIY Suwarman Partosuwiryo, di Yogyakarta, Sabtu.

Menurut Suwarman, mengingat masih kurang kesiapan nelayan tersebut, maka terkait dengan penggunaan elpiji atau BBG sebagai bahan bakar minyak (BBM) untuk berlayar masih sebatas sosialisasi dan pelatihan mengenai penggunaan converter kit. "Sampai sekarang sosialisasi masih jalan terus," kata dia lagi.

Kebanyakan nelayan di Kabupaten Bantul, Gunung Kidul, serta Kulon Progo, menurut Suwarman, juga masih meragukan aspek kenyamanan dan keamanan menggunakan elpiji sebagai pengganti bahan bakar kapal.

"Makannya sampai sekarang kami masih memberikan pelatihan bagaimana menggunakan converter kit itu," kata dia.

Meski demikian, kata Suwarman, ratusan nelayan yang beroperasi dengan kapal tempel di DIY tetap diarahkan untuk menggunakan elpiji melalui converter kit, karena dibandingkan BBM akan lebih murah dan mampu menghemat pengeluaran untuk operasional nelayan.

"Tentu akan kami tekankan apalagi dengan menggunakan elpiji lebih efisien dibanding menggunakan solar," kata dia pula.



(T.L007)
Editor: Luqman Hakim
COPYRIGHT © ANTARA 2017

Komentar