Forpi: anggaran gedung DPRD Sleman terlalu besar

id sleman,forpi

Kabupaten Sleman (Foto Istimewa) (istimewa)

Sleman (Antaranew Jogja) - Forum Pemantau Independen (Forpi) Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta menilai rencana pembangunan gedung DPRD setempat yang dianggarkan Rp135 miliar terlalu besar, apalagi bangunan itu masih layak dan representatif untuk digunakan.

"Kondisi gedung DPRD Sleman yang ada saat ini masih layak dan masih representatif. Indikator ketidaklayakannya ini perlu dipertanyakan," kata Anggota Forpi Kabupaten Sleman Hempri Suyatna di Sleman, Jumat.

Menurut dia, seharusnya anggaran dana sebesar itu dapat dialokasikan untuk perbaikan-perbaikan infrastruktur yang berpihak pada kepentingan rakyat.

"Masih banyak jalan-jalan di wilayah Sleman yang rusak, dana sebesar itu juga bisa digunakan untuk perbaikan pasar, pengembangan desa-desa wisata, dan fasilitas-fasilitas `outlet` pasar. Pengembangan UMKM juga lebih diperlukan daripada gedung itu," katanya.

Ia mengatakan meskipun anggaran pembangunan Gedung DPRD Kabupaten Sleman tersebut telah disahkan dalam APBD 2018, anggaran tersebut masih dirasionalisasikan. Misalnya DPRD Sleman masih tetap menggunakan gedung lama itu dengan tambahan infrastruktur.

"Anggota dewan harus memikirkan kepentingan rakyat. Hati-hati ini tahun politik, rakyat akan tahu mana anggota dewan yang berjuang untuk rakyat dan mana yang bukan," katanya.

Hempri mengatakan alangkah baiknya jika dana pembangunan gedung dewan yang cukup besar tersebut dialokasikan untuk memperbesar anggaran lainnya.

"Kalau seperti ini, keberpihakan dewan kepada rakyat bagaimana?," katanya.

Wakil Ketua DPRD Kabupaten Sleman Inoki Azmi Purnomo menilai bangunan DPRD Sleman saat ini yang berdiri sejak 1990 itu tidak representatif lagi, karena dikonsep hanya untuk tiga partai peserta pemilu pada tahun itu.

"Sejak reformasi, banyak partai yang menjadi peserta pemilu sehingga dewan diisi lebih dari tiga fraksi. Kondisi tersebut mengakibatkan banyak anggota dewan di masing-masing fraksi yang tidak memiliki meja dan kursi. Ruang-ruang komisi, badan dan lainnya pun tidak dapat memenuhi forum jika ada kelompok masyarakat yang datang," katanya.

Ketua DPRD Kabupaten Sleman Haris Sugiharta berharap rencana pembangunan gedung baru tersebut tidak menjadi polemik di masyarakat karena gedung tersebut juga nanti dapat digunakan untuk kepentingan masyarakat.

"Tahap awal proses pembangunan gedung baru itu dianggarkan Rp20 miliar," katanya.
V001
Pewarta :
Editor: Nusarina Yuliastuti
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar