Tim estafet membidik 38 detik demi Asian Games

id atletik

ilustrasi (Foto Antara)

Jakarta (Antaranews Jogja) - Tim lari estafet putra 4x100 meter membidik pencapaian waktu 38 detik demi bersaing dalam perlombaan Asian Games 2018 di Stadion Utama Gelora Bung Karno Senayan, Agustus.

         "Catatan rekor kami masih 39,05 detik. Ketika kejuaraan uji coba Asian Games, kami mencapai 39,07 detik," kata atlet lari estafet Fadlin Ahmad di sela-sela pemusatan latihan nasional di Stadion Madya Senayan, Jakarta, Selasa.

         Selain Fadlin, tim estafet putra Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PASI) terdiri dari empat atlet lain yaitu Bayu Kertanegara, Eko Rimbawan, Lalu Muhammad Zohri, dan Yaspi Boby.

         "Kami masih harus memperbaiki teknik ayunan tangan untuk pertukaran tongkat estafet agar lebih mulus. Teknik itu butuh sikap saling percaya dalam tim," kata atlet asal Nusa Tenggara Barat itu.

         Tim lari estafet yang berada di bawah asuhan Eni Nuraini itu akan mengikuti pemusatan latihan luar negeri selama sebulan di Amerika Serikat mulai April.

         "Kami sudah masuk latihan persiapan khusus jelang Asian Games untuk menambah kecepatan lari dan daya tahan," kata Fadlin.

         Pesaing utama tim lari estafet putra dalam Asian Games adalah tim China dan tim Jepang.

         "Setiap anggota tim sudah punya catatan pribadi lari 100 meter yang bagus. Saya sudah mencapai 10,41 detik. Di antara kami, catatan waktu terendah adalah 10,5 detik," ujar Fadlin.

         Tim lari estafet putra Asian Games sudah mulai berlatih di Stadion Madya Senayan pada Sabtu (10/3) setelah dua bulan berlatih di Stadion Pakansari, Cibinong, Bogor.

         "Kami lebih mampu untuk menyesuaikan dengan lokasi perlombaan Asian Games setelah berlatih di Stadion Madya. Tapi, kami belum dapat latihan beban di sini," ujar Fadlin.

         PB PASI membidik satu medali emas dalam perlombaan Asian Games ke-18 yang akan berlangsung di Stadion Utama Gelora Bung Karno Senayan, Jakarta, Agustus.
Pewarta :
Editor: Bambang Sutopo Hadi
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar