Tanaman cabai seluas 30 hektare siap dipanen

id tanaman cabai

Anggota Komisi IV DPR RI Titik Soeharto panen raya cabai di Dusun Bugel, Kecamatan Panjatan, Kabupaten Kulon Progo, DIY. (Foto Antara/Mamiek)

Kulon Progo (Antaranews Jogja) - Tanaman cabai seluas 30 hektare di Dusun Bugel, Kecamatan Panjatan, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, siap dipanen untuk mencukupi kebutuhan selama Ramadhan dan Lebaran 2018.

Ketua Kepompok Tani Gisik Pranaji, Sukarman di Kulon Progo, Jumat, mengatakan hasil panen cabai tahun ini sangat bagus sehingga harganya bisa mencapai Rp21 ribu per kg.

"Kondisi panen sekarang bagus, ada sekitar 30 hektare siap panen pada Ramadhan dan Lebaran 2018," kata Sukarman dalam acara panen perdana cabai di Kelompok Gisik Pranaji.

Ia mengatakan pada panen perdana ini, luas lahan 30 hektare mampu menghasilkan produksi sekitar tiga sampai empat ton per hari, kalau maksimal bisa mencapai lima ton per hari.

"Kami berharap harga cabai stabil, supaya keuntungan petani juga stabil," harapnya.

Sukarman mengatakan modal impas yang dikeluargan untuk produksi cabai yakni Rp7.000 sampai Rp8.000 per kg. Jadi, keuntungan yang diperoleh petani cabai dengan harga Rp21 ribu yakni Rp13 ribu.

"Petani mendapat keuntungan bersih setiap hektare mencapai Rp100 juta," katanya.

Ia mengakui lahan cabai tahun ini mengalami penurunan 20 hektare. Pada musin tanam cabai awal Maret hingga Juli, biasanya mencapai 50 hektare, sekarang tinggal 30 hekatre. Hal ini dikarenakan sebagian petani menanam melon dan semangka.

"Pada masa tanam Agustus ini, kami mentargetkan menambah luas tanam 50 hektare dengan memanfaatkan lahan tandus di kawasan pesisir," katanya.

Menurut dia, bantuan traktor roda empat akan mempermudah petani mengolah tanah yang tandus. Traktor roda empat mampu merotari tanah yang banyak akar dan tanahnya keras.

"Saat kami menyewa traktor roda empat milii koramil Galur, sangat membantu petani mengolah tanah," katanya.

Anggota Komisi IV DPR RI Titik Soeharto mengatakan hari ini, dirinya melakukan kunjungan kerja di Dusun Bugel guna panen cabai. Tanah yang awalnya kering, gersang, dan pasir, tapi di sini bisa diolah menjadi hamparan tanaman cabai yang luar biasa, dan hasilnya sangat menguntungkan petani.

"Tadi saya bertanya kepada petani, keuntungan yang mereka peroleh mencapai Rp125 juta setiap hektare," katanya.

Ia mengatakan produksi cabai di lahan pasir ini membantu program pemerintah dalam menstabilkan harga cabai di pasaran, supaya harga cabai tidak fluktuasi dan menekan inflasi.

"Kami dari Komisi IV DPR RI sangat mendukung sekali upaya pemerintah, melalui Kementerian Pertanian mengembangkan tanaman cabai lahan pasir," katanya.

Menurut dia, keberhasilan tananam cabai di lahan pasir, Kabupaten Kulon Progo yang berhasil, tentu dapat dikembangkan di daerah lain di seluruh Indonesia.

"Kami berharap tanaman cabai lahan pasir tidak hanya dikembangkan di Kulon Progo, tapi seluruh Indonesia," katanya.

Politisi Partai Golkar ini mengatakan produksi cabai di Kulon Progo ini tidak hanya mencukupi permintaan wilayah DIY, tapi seluruh pasar induk di Jakarta, Palembang dan Jambi.

Ia berharap bulog mengantisipasi harga cabai fluktuasi. Setiap memasuki ramadhan dan lebaran, harga mengalami kenaikan.

"Kami berharap tahun ini dapat diantisipasi, supaya tidak terjadi gejolak dan harga cabai stabil supaya petani tidak rugi," katanya.
Pewarta :
Editor: Herry Soebanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar