Kunjungan ke Perpustakaan Yogyakarta turun 50 persen

id perpustakaan,yogyakarta, kunjungan, ramadhan

Perpustakaan daerah Kota Yogyakarta (Foto ANTARA)

Yogyakarta (Antaranews Jogja) - Tingkat kunjungan ke Perpustakaan Kota Yogyakarta selama Ramadhan mengalami penurunan yang cukup signifikan, hampir separuh dari tingkat kunjungan di luar bulan puasa.
   
“Jika setiap hari rata-rata ada sekitar 1.900 orang yang berkunjung, maka saat Ramadhan bisa berkurang menjadi sekitar 1.000 orang saja,” kata Pelaksana Tugas Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Yogyakarta Wahyu Hendratmoko di Yogyakarta, Jumat.
   
Menurut dia, penurunan jumlah pengunjung ke Perpustakaan Kota Ypgyakarta selama Ramadhan juga terjadi pada tahun-tahun sebelumnya.
   
Penurunan jumlah pengunjung di antaranya, disebabkan banyak mahasiswa yang menjadi pengunjung rutin perpustakaan sudah libur dan pulang ke daerah asalnya.
   
“Padahal selama ini, jumlah kunjungan paling banyak didominasi mahasiswa. Akan tetapi, mahasiswa ini sudah banyak yang mudik karena aktivatas perkuliahan banyak yang sudah diliburkan,” katanya.
   
Meskipun mengalami penurunan jumlah kunjungan perpusatakaan, namun Wahyu menegaskan bahwa hal tersebut tidak lantas menunjukkan minat baca masyarakat di Yogyakarta turun. “Hal ini murni dipengaruhi oleh kondisi pengunjung yang sudah banyak mudik,” katanya.
   
Selain itu, jam operasional Perpustakaan Kota Yogyakarta juga dibatasi yaitu dari 08.00 WIB hingga 15.00 WIB selama Ramadhan. “Biasanya, kami membuka layanan hingga pukul 24.00 WIB tetapi karena puasa maka jam pelayanan diperpendek,” katanya.
   
Selain meminjam buku atau membaca literatur, pengunjung perpustakaan juga banyak yang mengakses layanan perpustakaan online.
   
“Ada juga pengunjung yang mengakses internet yang disediakan secara gratis, mengakses buku elektronik hingga menyewa tempat untuk aktivitas bersama,” katanya.
   
Saat jumlah pengunjung berkurang, Perpustakaan Kota Yogyakarta menfaatkannya untuk mengecek kondisi buku dan pendataan ulang terhadap koleksi.
Pewarta :
Editor: Herry Soebanto
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar