KPU Kulon Progo mengecek pemilih pemula

id Pemilih pemula

Ilustrasi Pemilih Pemula (antarafoto.com)

Kulon Progo (Antaranews Jogja) - Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, melakukan pengecekan keikusertaan pemilih pemula Pemilu 2019 di 25 SMA/SMK/MA melalui Sistem Informasi Daftar Pemilih.
     
Ketua Divisi Perencanaan dan Data Informasi KPU Kulon Progo Marwanto di Kulon Progo, Kamis, mengatakan berdasarkan daftar pemilih sementara hasil perbaikan (DPSHP) pemilih pemula di Kulon Progo tercatat ada 6.000 pemilih.
     
"Untuk memastikan mereka sudah terdaftar sebagai pemilih pada Pemilu 2019, KPU Kulon Progo melakukan kegiata bertajuk Gempita Sidalih (Sistem Informasi Data Pemilih) di 25 SMA/SMK/MA," kata Marwanto.
     
Ia mengatakan Gempita Sidalih yang bertujuan agar pemilih pemula mengetahui dirinya telah terdaftar dan mengetahui di mana lokasi tempat pemungutan suara (TPS) yang akan digunakan.
   
Pada kegiatan Gempita Sidalih, siswa diminta melakukan pengecekan sudah terdaftar atau tidaknya merekah sebagai pemilih. Dengan menggunakan smartphone KPU mengarahkan mereka untuk membuka platform sidalih3.kpu.go.id.
     
"Dari kegiatan, kami menemukan ada sedikitnya sembilan siswa yang ternyata belum tercantum datanya," katanya.
     
Adapun dalam pengecekan yang dilakukan serentak oleh KPU, Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) dan Panitia Pemungutan Suara (PPS) itu sejumlah siswa yang telah berumur 17 tahun masih belum tercatat dalam Sidalih online. Begitu juga dengan calon pemilih pemula yang akan berusia 17 tahun, sejumlah calon pemilih masih belum tidak tercatat.
   
"Akan segera diperbaiki, mungkin pihak pemilih baru saja melakukan perekaman KTP-el, jadi nomernya adanya berbeda," kata Marwanto.
     
Marwanto mengharapkan masyarakat menggunakan teknologi informasi untuk mengakses keterlibatan mereka dalam laman sidalih resmi. Menurutnya laman tersebut dapat menginformasikan warga apakah dirinya sudah terdaftar atau belum. Selain itu, warga ia minta untuk tidak mengapload hasil sidalih sembarangan.
     
"Ada NIK KTP didalamnya, itu privasi dan dapat digunakan oleh pihak tidak bertanggung jawab," katanya.
     
Sementara itu, salah satu pelajar SMA N 2 Wates Putri Sekar, 17 mengaku ingin segera menggunakan hak pilihnya di Pemilu 2019 mendatang. Dirinya yang baru tercantum pertama kali sebagai pemilih merasa senang dan penasaran dengan proses pemilu.
     
"Mengikuti sedikit soal pilpres dan ingin menggunakan hak pilih," harapnya.
 
Pewarta :
Editor: Herry Soebanto
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar