Rencana OP bawang putih DIY menunggu keputusan Kemendag

id Bawang putih

Iustrasi-bawang putih (Foto Antara)

Yogyakarta (ANTARA) - Dinas Perindustrian dan Perdagangan Daerah Istimewa Yogyakarta masih menunggu keputusan dari Kementerian Perindustrian RI mengenai rencana operasi pasar bawang putih di daerah ini.

"Kami sudah berkoordinasi dengan pusat dan rencana operasi pasar bawang putih menunggu kebijakan pusat," kata Kepala Bidang Perdagangan Dalam Negeri Disperindag DIY Yanto Aprianto di Yogyakarta, Rabu.

Menurut Yanto, OP bawang untuk saat ini memang dibutuhkan untuk mengendalikan harga bawang putih jenis kating di Yogyakarta yang terus melonjak.

Berdasarkan pemantauan di Pasar Beringharjo, Pasar Kranggan, dan Pasar Demangan Kota Yogyakarta, Yanto menyebutkan harga bawang putih jenis kating tembus di harga Rp46.000 hingga Rp48.000 per kilogram (kg).

Kenaikan harga tersebut, menurut dia, telah jauh melampaui harga acuan yang telah ditetapkan Kementerian Perdagangan sebesar Rp32.000 per kilogram untuk Pulau Jawa.

"Tetapi tetap pusat yang memberikan kebijakan untuk diadakan (OP) atau tidak. Kami terus melaporkan setiap hari perkembangan harganya," kata dia.

Tingginya harga bawang putih, menurut dia, dipastikan bukan disebabkan faktor cuaca karena hampir 100 persen pasokan bawang putih di DIY berasal dari impor. Meski didatangkan dari luar negeri, harganya tetap naik karena permintaan masyarakat juga meningkat.

"Kalau bawang merah memang masih ada pasokan dari daerah Parangtritis, Bantul, tetapi untuk bawang putih hampir seluruhnya impor namun permintaannya cukup tinggi karena saat ini banyak wargat yang menggelar acara resepsi," kata dia.
Pewarta :
Editor: Herry Soebanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar