Disperindag Sleman akan meluncurkan inovasi layanan publik di PPD

id Disperindag Sleman,Sleman,Pameran potensi daerah

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Sleman Tri Endah Yitnani. (Foto Antara/Victorianus Sat Pranyoto)

Sleman (ANTARA) - Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, akan meluncurkan sejumlah inovasi layanan publik pada Pameran Potensi Daerah (PPD) 2019 yang akan di Lapangan Denggung Sleman pada 6 Juli hingga 15 Juli 2019.

"PPD 2019 ini, selain menampilkan produk unggulan lokal dari Sleman, juga akan diluncurkan sejumlah inovasi layanan publik," kata Kepala Disperindag Kabupaten Sleman Tri Endah Yitnani di Slenurut dia, berbagai inovasi layanan publik yang akan diluncurkan tersebut yakni, layanan "Cariaku" yaitu aplikasi untuk mempermudah wisatawan untuk mencari informasi dan lokasi UMKM di Sleman.

"Kemudian launching 'Boneka Saliman' atau singkatan dari Salak Sleman. Boneka ini merupakan salah satu cindera mata khas dari Sleman," katanya.

Ia mengatakan, ada juga launching layanan Tera dan Tera Ulang alat ukur seperti timbangan dan penakar literan.

"Layanan ini dimaksudkan juga untuk meningkatkan partisipasi masyarakat agar tertib ukur," katanya.

Endah mengatakan, pihaknya juga ingin mengedukasi para pengunjung PPD 2019 dengan mengadakan talkshow. Seperti talkshow batik.

"Masyarakat itu belum sepenuhnya paham batik, yang benar-benar batik itu seperti apa, beda tidak dengan yang printing? Apa yang printing itu bisa disebut batik? Kira-kira talkshownya akan membahas seputar itu," katanya.

Ia mengatakan, PPD bukan semata-mata untuk mencari keuntungan karena sesungguhnya tujuannya adalah mengangkat usaha mikro kecil dan menengah (UMKM).

"Hadirnya PPD ini diharapkan bisa mewadahi UMKM, sehingga masyarakat bisa mengenal potensi yang ada di Sleman. Intinya untuk mengenalkan produk Sleman dari UKM, jadi seperti UKM yang sudah naik kelas artinya sudah sangat berkembang akan kami batasi dan memberi kesempatan untuk UKM yang sedang berkembang," katanya.

Selain mempromosikan potensi UMKM termasuk  kuliner di dalamnya, kata dia, PPD juga sebagai ajang promosi potensi seni dan budaya dari 17 kecamatan yang ada di Sleman.

"Nanti disediakan 253 stan bagi seluruh peserta. Stan-stan tersebut tersebar di delapan zona. Setiap zona itu berbeda. Seperti Zona A dari kecamatan dan OPD, lalu untuk kuliner dan UKM akan ada di Zona D dan Zona G. Ada juga pasar malam di Zona H," katanya.

Ia berharap dengan berbagai kegiatan itu, targetnya bisa semakin menarik banyak pengunjung pada PPD 2019.
       Baca juga: Disperindag Sleman mengorbitkan produk lokal melalui PPD 2019
Pewarta :
Editor: Herry Soebanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar