Pemkab Kulon Progo mendorong UKM pasarkan produk secara daring

id UKM,Kulon Progo

Pemkab Kulon Progo mendorong UKM pasarkan produk secara daring

Diskominfo Kulon Progo memberi pelatihan pemanfaatan Potensiana.com untuk memasarkan produk kepada pelaku UKM. (Foto ANTARA/Sutarmi)

Kulon Progo (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, mendorong pelaku usaha kecil menengah di wilayah ini memasarkan produk-produk secara daring untuk mendongkrak penjualan.

Kepala Bidang Aplikasi Informatika (Aptika) Diskominfo Kulon Progo Sutarman di Kulon Progo, Kamis, mengatakan di era industri 4.0 ini, pelaku usaha kecil menengah (UKM) harus menguasai teknologi informatika (IT) untuk memasarkan produk mereka.

"Saat ini, pelaku UKM harus menguasai IT untuk menguasai pasar modern, tanpa IT akan tertinggal dan penjualan produk hanya pangsa pasar radisional," kata Sutarman.

Ia mengatakan adanya pelaksanaan Smart City di Kulon Progo ini diharapkan produk-produk lokal dapat dikenal luas seluruh wilayah Indonesia. Lewat salah satu aplikasi yang digunakan selain potensiana adalah aplikasi Geografics Information System (GIS).

Dengan aplikasi ini masyarakat luas akan mengetahui apa saja layanan publik yang ada di Kulon Progo dengan basis lokasi. Termasuk informasi produk UKM yg ada di Kulon Progo.

"Pelaku harus beralih ke dunia digital dalam menjalankan usaha. Aplikasi GIS ini, informasi UKM akan disajikan dalam bentuk peta. Sehingga memudahkan masyarakat dalam menemukan UKM dan produk yang akan dicari," katanya.

Sementara itu, admin Potensiana.com Dinas Kominfo Kulon Progo Hengky Irawan mengatakan aplikasi Potensiana.com dirancang oleh pemerintah pusat ini bisa membantu dalam memasarkan produk-produk lokal Kulon Progo sekaligus juga sebagai sarana mensejahterakan ekonomi para warga di Kulon Progo.

"Pelaku UKM Kulon Progo dapat memanfaatkan aplisasi ini untuk memasarkan produk secara daring," katanya.

Baca juga: Yogyakarta resmi luncurkan "Nglarisi" versi daring
Pewarta :
Editor: Victorianus Sat Pranyoto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar