Kulon Progo akan rehabilitasi enam pasar rakyat

id Pasar rakyat,Kulon Progo

Kulon Progo akan rehabilitasi enam pasar rakyat

Kepala Dinas Perdagangan Kulon Progo dan jajarannya memantau harga kebutuhan pokok di pasar rakyat. (Foto ANTARA/Sutarmi)

enam pasar yang direhabilitasi, yakni Pasar Jombokan, Pasar Brosot, Pasar Sewugalur, Pasar Temon, Pasar Wates, dan Pasar Potrogaten.
Kulon Progo (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, akan merehabilitasi enam pasar rakyat pada 2020 dalam rangka meningkatkan daya saing dengan menjamurnya toko jejaring.

Kepala Dinas Perdagangan Kulon Progo Iffah Mufidati di Kulon Progo, Senin, mengatakan enam pasar yang direhabilitasi, yakni Pasar Jombokan, Pasar Brosot, Pasar Sewugalur, Pasar Temon, Pasar Wates, dan Pasar Potrogaten.

"Kita ketahui bersama, toko jejaring sudah masuk ke Kulon Progo sehingga kami harus memperbaiki pasar rakyat supaya konsumen nyaman membeli segala kebutuhannya," kata Iffah.

Baca juga: Pemkab Kulon Progo mempercepat pembangunan objek wisata Bukit Menoreh

Ia mengatakan rehabilitasi Pasar Jombokan meliputi pembangunan los baru, pembangunan pagar keliling, rehab los lama, rehab drainase lingkungan pasar, dan paving blok. Di Pasar Brosot dan Pasar Sewugalur meliputi pengadaan TPS Sampah Pasar atau container sampah dan rumah container sampah.

Selanjutnya, di Pasar Temon kegaiatannya meliputi rehab los lama, rehab drainase, pengadaan TPS Sampah Pasar. Di Pasar Wates meliputi rehab pintu akses pasar, pemeliharaan jaringan listrik pasar, rehab TPS Sampah Pasar dan drainase. Terakhir, Pasar Potrogaten Pembangunan los baru, pengadaan TPS Sampah Pasar dan rehab drainase.

"Kami secara bertahap merehabilitasi pasar-pasar rakyat yang ada di Kulon Progo supaya tidak ditinggalkan konsumen. Pasar rakyat merupakan penggerak perekonomian masyarakat yang riil," katanya.

Sementara itu, Ketua Fraksi PKS DPRD Kulon Progo Hamam Cahyadi mengharapkan revitalisasi pasar di Kulon Progo menekankan pentingnya menjaga kebersihan pasar. Hal itu demi kenyamanan dan geliat transaksi di pasar rakyar. Kebersihan di pasar begitu penting sebagai upaya meningkatkan pelayanan kepada pembeli.

Baca juga: DPRD Kulon Progo desak pemkab membuat "UKM Center"

Lebih penting lagi, apabila para pedagang pasar mau membangun "pasar bersih". Pasar bersih membutuhkan manajemen dan sistem yang tertata baik, mulai dari pembayaran retribusi kebersihan, sirkulasi udara dan air yang baik. Tata kelola pasar seperti itu tidak berbeda dengan pasar Standar Nasional Indonesia (SNI).

"Kami selalu minta konsep pasar yang direvitalisasi itu dibuat seperti itu pasar bersih. Walaupun begitu, manajemen di tingkat pedagang harus diterapkan dengan kesadaran akan pentingnya menjaga kebersihan," harapnya.


 
Pewarta :
Editor: Nusarina Yuliastuti
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar