Kulon Progo akan kembangkan padi varietas Inpari IR Nutri Zinc

id IR Nut Zinc,Kulon Progo

Kulon Progo akan kembangkan padi varietas Inpari IR Nutri Zinc

Kepala Dinas Pertaniaan dan Pangan Kulon Progo Aris Nugroho. ANTARA/Sutarmi

Uji coba pengembangan benih varietas Inpari IR Nutri Zinc akan mulai ditanam bulan ini.
Kulon Progo (ANTARA) - Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, akan mengembangkan padi varietas Inpari IR Nutri Zinc di lahan seluas 12 hektare yang diujicobakan di 12 kecamatan.

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kulon Progo Aris Nugraha di Kulon Progo, Senin, mengatakan pihaknya mendapat bantuan benih sejumlah 300 kilogram dari Balai Besar Penelitian Tanaman Padi (BBPadi) Sukamandi di Jawa Barat.

"Uji coba pengembangan benih varietas Inpari IR Nutri Zinc akan mulai ditanam bulan ini, dan hasil panenan sebagian untuk benih dan sebagian lagi akan didistribusikan ke masyarakat," kata Aris.

Ia mengatakan Dinas Pertanian dan Pangan telah melakukan uji coba tahap awal seluas 4.000 meter Kecamatan Kalibawang pada Desember 2019 lalu. Dari hasil uji coba menunjukkan padi varietas Inpari IR Nutri Zinc bisa menghasilkan 7,8 ton per hektare atau di atas rata-rata kabupaten 6,5 ton per hektare gabah kering panen (GKP), sehingga cocok untuk dikembangkan di Kulon Progo.

Baca juga: Pemkab Kulon Progo desak PT Jogja Magasa Iron segera bangun pabrik

"Panen kemarin masih merupakan demontration plot (Demplot), yaitu metode penyuluhan pertanian kepada petani, dengan cara membuat lahan percontohan, agar petani bisa melihat dan membuktikan terhadap objek yang didemontrasikan," katanya.

Ke depan, lanjut Aris, hasil uji coba varietas Inpari IR Nutri Zinc seluas 12 hektare akan digunakan untuk menyuplai Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) karena diyakini varietas ini memiliki kandungan nutrisi tinggi sehingga bisa menangkal stunting atau kekerdilan.

"Harapan ke depan dengan penanaman padi varietas ini bisa menangani persoalan kekerdilan di Kulon Progo, serta kelompok tani bisa jadi produsen utama benih padi ini," harapnya.

Sebelumnya, hasil panenan padi Varietas Inpari IR Nutri Zinc yang ditanam di lahan pertanian seluas 4.000 meter persegi milik Balai Penyuluh Pertanian (BPP) Kecamatan Kalibawang itu tembus hingga 2,8 ton.

Koordinator BPP Kalibawang Ermono mengatakan penanaman padi varietas Inpari IR Nutri Zinc dilakukan di sawah Dusun Ngrajun, Desa Banjarharjo dan Bulak Kulon Paras. Benih yang ditebar sekitar 10 kg. Benih tersebut diperoleh dari Balai Besar Penelitian Tanaman Padi (BBPadi) Sukamandi di Jawa Barat.

Baca juga: Pemkab Kulon Progo merintis Kawasan Perdesaan Agrowisata Menoreh Terpadu

Proses penebaran benih dan masa tanam dilaksanakan pada September 2019 dengan sistem tanam menggunakan jajar legowo 2,1 dan teknologi pemupukan berimbang. Menjelang akhir Desember, padi mulai menguning dan bisa dipanen tepat sehari sebelum pergantian tahun.

"Dari lahan seluas 4.000 meter persegi, mampu menghasilkan padi sebanyak 2,8 ton dan memiliki bobot yang lebih baik, ini merupakan kali pertama kita kembangkan varietas ini dan bisa berhasil," katanya,,

Dia mengatakan varietas Inpari IR Nutri Zinc memiliki kandungan Zn rata-rata sebesar 34,51 ppm. Berdasarkan riset BPTP Yogyakarta, kandungan itu lebih banyak dibandingkan varietas padi lain. Dengan demikian, padi jenis ini lebih ampuh untuk menangkal penyakit kekerdilan itu.

"Ke depan, varietas ini hasilnya maksimal sehingg mampu memenuhi kebutuhan masyarakat dan dapat menurunkan angka kekerdilan di Kulon Progo," harapnya.

Baca juga: DPRD Kulon Progo dorong pemkab bangun infrastruktur pariwisata
Pewarta :
Editor: Nusarina Yuliastuti
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar