Dinkes Yogyakarta kampanyekan penggunaan masker di luar rumah

id masker covid,covid yogyakarta,covid 19,penanganan corona,virus corona,corona,covid-19,2019-ncov,novel coronavirus 2019

Dinkes Yogyakarta kampanyekan penggunaan masker di luar rumah

Arsip Foto. Seorang Polwan memberikan masker kepada pengguna jalan di perempatan Kantor Pos Besar, Yogyakarta. ANTARA/WAHYU PUTRO A/ED/ama/09

Yogyakarta (ANTARA) - Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta mengkampanyekan penggunaan masker saat beraktivitas di luar rumah kepada warga dalam upaya mencegah meluasnya penularan virus corona.

"Hari ini kami dibantu puskesmas mulai melakukan kampanye penggunaan masker. Ada 20 mobil yang memberikan informasi dengan cara berkeliling dan meminta masyarakat menggunakan masker saat berada di luar rumah," kata Sekretaris Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta Tri Mardaya di Yogyakarta, Senin.

Menurut Tri, warga yang sehat tidak harus menggunakan masker medis tetapi bisa menggunakan berbahan masker kain yang saat ini lebih mudah diperoleh dan harganya tidak terlalu mahal jika dibandingkan dengan masker medis sekali pakai.

Ia menambahkan, masker kain bisa ditambah dengan lapisan tisu untuk meningkatkan daya saring.

"Masker kain ini bisa dicuci sehingga bisa digunakan berulang kali. Dan perlu diingat agar tidak menggunakannya berkali-kali tanpa dicuci terlebih dulu," katanya.

Tri mengatakan bahwa menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah bisa melindungi diri sendiri dan orang lain dari potensi paparan virus corona.

"Dari referensi yang saya ketahui, Vietnam pun menerapkan kebijakan serupa dengan disertai penerapan physical distancing yang ketat, dan negara tersebut bisa mengendalikan penyebaran virus corona," katanya.

Oleh karena itu, Tri berharap warga yang beraktivitas di luar rumah memiliki kesadaran untuk melindungi diri sendiri dan orang di sekitarnya dari ancaman virus dengan menggunakan masker.

Berkenaan dengan pemenuhan kebutuhan alat pelindung diri (APD) bagi petugas kesehatan di sejumlah fasilitas layanan kesehatan, Tri mengatakan bahwa kebutuhan itu sudah terpenuhi. “Termasuk di puskesmas pun sudah menerima bantuan APD,” katanya.

Sementara itu, Kepala Puskesmas Gedongtengen Tri Kusuma Bawono mengatakan, puskesmas mewajibkan seluruh pasien yang datang untuk memakai masker sejak dari rumah.

“Sudah kami terapkan mulai hari ini. Puskesmas pun menyiapkan sekitar 4.000 lembar masker medis. Tetapi, hanya akan diberikan kepada pasien yang mengalami batuk, pilek, demam, dan sesak nafas,” katanya.

Pasien yang berkunjung ke puskesmas juga diwajibkan mencuci tangan terlebih dulu, dan diukur suhunya sebelum masuk ke area administrasi pendaftaran.

“Petugas penerima pasien juga mengenakan APD lengkap dan terkadang hal ini membuat pasien merasa takut,” kata Tri, menambahkan setiap hari rata-rata ada 50 sampai 70 orang yang datang ke puskesmas.

Pewarta :
Editor: Bambang Sutopo Hadi
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar