Gugus Tugas Sleman belum berencana lakukan "rapid test" karyawan pabrik

id Gugus tugas Sleman,Karyawan pabrik,Pabrik rokok,Rapid test COVID-19,Kabupaten Sleman,Sleman

Gugus Tugas Sleman belum berencana lakukan "rapid test" karyawan pabrik

Gugus Tugas Penanganan COVID-19 Kabupaten Sleman, DIY melakukan sosialisasi pencegahan risiko penularan COVID-19 di salah satu posko isolasi mandiri. (FOTO ANTARA/HO-Gugus Tugas Penanganan COVID-19 Sleman)

sementara ini prioritas utama rapid test diberikan ke ODP dan kepada orang hasil "tracing" (penelusuran) dari pasien dalam pengawasan (PDP).
Sleman (ANTARA) - Gugus Tugas Penanganan COVID-19 Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, belum berencana untuk melakukan "rapid test" terhadap karyawan perusahaan yang memiliki jumlah tenaga kerja besar karena prioritasnya masih untuk orang dalam pemantauan (ODP), meskipun ada temuan kasus ratusan karyawan pabrik rokok di Surabaya yang terindikasi positif saat dilakukan tes cepat itu.

"Meskipun ada temuan kasus ratusan karyawan pabrik rokok di Surabaya yang terindikasi positif, namun kami belum akan melakukan rapid test terhadap karyawan pabrik yang ada di Sleman," kata Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan COVID-19 Kabupaten Sleman Shavitri Nurmaladewi di Sleman, Jumat.

Baca juga: Pemkab Sleman pastikan bantuan sosial semasa wabah corona tepat sasaran

Menurut dia, sementara ini prioritas utama rapid test diberikan ke ODP dan kepada orang hasil "tracing" (penelusuran) dari pasien dalam pengawasan (PDP).

"Itu prioritasnya, untuk ODP dan dari hasil 'tracing' PDP," katanya.

Ia mengatakan, untuk perusahaan dengan karyawan banyak, setahu kami saat ini sudah dikurangi sampai 60 persen karyawan kalau perusahaan itu tetap jalan.

"Tapi memang kami belum ada agenda untuk khusus di satu perusahaan," katanya.

Shavitri mengatakan, selama ini pemantauan dan sosialisasi terhadap karyawan pabrik sudah dilakukan oleh Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Sleman.

Baca juga: DPRD Bantul membentuk pansus pengawasan anggaran penanganan COVID-19

"Dengan harapan perusahaan yang masih beroperasi dan melibatkan banyak karyawan tetap mengacu pada protokol kesehatan untuk pencegahan penyebaran COVID-19," katanya.

Di Kabupaten Sleman sendiri terdapat beberapa pabrik yang mempekerjakan banyak tenaga kerja, seperti pabrik rokok, garmen maupun tekstil.
Pewarta :
Editor: Nusarina Yuliastuti
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar