RPH Giwangan Yogyakarta sembelih 146 sapi kurban

id RPH Giwangan,kurban yogyakarta,idul adha 2020

RPH Giwangan Yogyakarta sembelih 146 sapi kurban

Suasana kegiatan penyembelihan hewan kurban di Rumah Pemotongan Hewan (RPH) Giwangan Yogyakarta pada Hari raya Idul Adha, Jumat (31/7/2020). (HO-Humas Pemkot Yogyakarta)

Yogyakarta (ANTARA) - Rumah Pemotongan Hewan (RPH) Giwangan di Kota Yogyakarta akan menyembelih 146 sapi dan sekitar 50 kambing kurban selama empat hari mulai dari Jumat hingga 3 Agustus 2020.

"Jumlah tersebut dimungkinkan bisa bertambah karena kami masih membuka kesempatan pendaftaran. Jumlahnya belum memenuhi kuota maksimal pelayanan penyembelihan di RPH Giwangan," kata Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kota Yogyakarta Sugeng Darmanto di Yogyakarta, Jumat.

Menurut dia, RPH Giwangan semula memprioritaskan pelayanan penyembelihan hewan kurban bagi panitia kurban di Kota Yogyakarta.

"Tahun lalu, kami juga menerima pendaftaran penyembelihan dari panitia hewan kurban di luar Kota Yogyakarta. Karena kuota maksimal belum terpenuhi, yaitu 205 ekor sapi, maka pendaftaran masih dibuka," kata Sugeng.

Ia mengatakan bahwa minat masyarakat untuk menyembelih hewan kurban di RPH Giwangan Yogyakarta tahun ini lebih tinggi dibandingkan dengan tahun lalu, ketika RPH hanya melayani penyembelihan 115 sapi kurban.

"Pemerintah Kota Yogyakarta terus mengimbau masyarakat atau panitia hewan kurban untuk menyembelihkan hewan kurban di RPH Giwangan daripada menyembelih secara mandiri sebagai upaya mencegah potensi penularan kasus COVID-19," katanya.

Pada Hari Raya Idul Adha, Jumat, RPH Giwangan Yogyakarta menyembelih 50 sapi. Setiap sapi yang disembelih akan dipotong menjadi enam bagian karkas sebelum diserahkan ke panitia kurban.

"Proses penyembelihan di RPH Giwangan pun selalu mematuhi protokol kesehatan. Ada pembatasan petugas jagal hingga petugas yang menguliti dan memotong daging hewan kurban," kata Sugeng.

Menurut perkiraan Sugeng, jumlah hewan kurban yang disembelih di Kota Yogyakarta tahun ini jauh lebih sedikit dibandingkan tahun lalu, yang mencapai sekitar 7.200 sapi dan kambing.

"Data yang kami terima hingga hari ini, baru ada sekitar 1.500 ekor sapi dan kambing kurban," katanya.

Sementara itu, Wali Kota Yogyakarta Haryadi Suyuti yang mengaku baru pertama kali menyaksikan proses penyembelihan hewan kurban di RPH Giwangan mengatakan, selain mematuhi protokol kesehatan, ketentuan penyembelihan sesuai aturan agama juga tetap dipenuhi.

"Pisau yang digunakan pun tajam dan sebelum penyembelihan diawali dengan doa. Syarat-syarat penyembelihan sesuai ketentuan agama tetap dipenuhi," katanya.

"Untuk proses distribusi daging hewan kurban, sangat dianjurkan untuk menggunakan wadah ramah lingkungan seperti besek, daun jati, daun pisang. Jangan dimasukkan ke plastik kresek," katanya.

Haryadi pun memastikan seluruh limbah dari penyembelihan hewan kurban di RPH Giwangan akan diolah terlebih dulu di instalasi pengolahan limbah milik RPH sehingga tidak akan mencemari lingkungan.

Pewarta :
Editor: Herry Soebanto
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar