Bupati Sleman meminta masyarakat waspada menghadapi fenomena La Nina

id Bupati Sleman,Klimatologi BMKG Yogyakarta,Stklim BMKG Yogyakarta,Fenomena La Nina,Kabupaten Sleman,Bencana hidrometeorol

Bupati Sleman meminta masyarakat waspada menghadapi fenomena La Nina

Bupati Sleman Sri Purnomo saat menerima audiensi Kepala Stasiun Klimatologi (Staklim) Badan Meteorologi dan Geofisika (BMKG) Yogyakarta Reni Kraningtyas. Foto Antara/ HO-Humas Pemkab Sleman

Sleman (ANTARA) - Bupati Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta Sri Purnomo meminta masyarakat dalam menghadapi fenomena La Nina agar tidak panik namun tetap waspada dan melakukan antisipasi dini.

Harapan tersebut disampaikan Sri Purnomo saat menerima audiensi Kepala Stasiun Klimatologi (Staklim) Badan Meteorologi dan Geofisika (BMKG) Yogyakarta Reni Kraningtyas di Sleman, Rabu.

Dalam kesempatan tersebut, Reni menyebutkan bahwa saat ini fenomena La Nina lemah hingga moderate sedang terjadi di wilayah Indonesia dan dampaknya juga dirasakan masyarakat DIY.

"Dengan fenomena alam La Nina yang berdampak pada penambahan intensitas curah hujan akan menambah terjadinya potensi bencana hidrometrologi," jelas Reni.

Menurut dia, potensi bencana dari La Nina yaitu angin kencang, banjir dan tanah longsor.

"Kami memprediksikan awal musim hujan di wilayah DIY terjadi di wilayah Kabupaten Sleman bagian barat dan utara serta Kabupaten Kulon Progo bagian utara," katanya.

Ia mengatakan, pada wilayah tersebut awal musim hujan diprediksikan dimulai pada Oktober dasarian II hingga Oktober dasarian III.

"Wilayah terakhir yang memasuki musim hujan pada November dasarian I adalah wilayah Gunung Kidul," katanya.

Reni menambahkan bahwa musim hujan yang saat ini mulai berlangsung ditambah fenomena La Nina akan menambah intensitas curah hujan hingga 40 persen. Musim hujan di Wilayah DIY sendiri puncaknya diprediksikan pada Januari hingga Februari 2021.

"Peningkatan curah hujan ini berdampak menimbulkan potensi bencana. Kami berharap pemerintah daerah dapat mengantisipasi potensi bencana yang akan terjadi," katanya.

Menghadapi fenomena tersebut, Bupati Sleman Sri Purnomo mengimbau masyarakat di Kabupaten Sleman agar tidak panik namun tetap waspada.

Ia juga telah berkoordinasi dengan OPD terkait untuk mengantisipasi dampak dari fenomena La Nina.

"Kami menginstruksikan OPD terkait, diantaranya seperti DPUPKP untuk membersihkan parit-parit dan memastikan saluran air ke embung yang ada di Sleman berfungsi dengan baik. Ini untuk antisipasi jika hujan lebat terjadi, air dalam jumlah besar dapat tertampung dan tidak menimbulkan banjir," katanya.

Sri Purnomo juga menginstruksikan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Sleman untuk menginventaris pohon-pohon rawan tumbang untuk dilakukan penanganan lebih lanjut.

"Kami juga berkoordinasi dengan BMKG untuk memberikan informasi wilayah potensi longsor pada Pusdalop BPBD Kabupaten Sleman untuk melakukan langkah antisipasi meminimalisir kerugian materi dan mengupayakan keselamatan warga Kabupaten Sleman," katanya.

 
Pewarta :
Editor: Herry Soebanto
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar