Gugus Tugas : Disiplin ikuti anjuran pemerintah guna kendalikan COVID-19

id Sarana prokes

Gugus Tugas : Disiplin ikuti anjuran pemerintah guna kendalikan COVID-19

Sarana protokol kesehatan di komplek perkantoran Pemda Bantul. ANTARA/Hery Sidik

Bantul, Yogyakarta (ANTARA) - Gugus Tugas Penanganan COVID-19 Kecamatan Banguntapan Kabupaten Bantul Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta mengajak masyarakat untuk disiplin mengikuti anjuran pemerintah terkait protokol kesehatan guna memutus rantai penyebaran virus corona di wilayah itu.

"Dibutuhkan peran serta warga untuk secara disiplin dan penuh kesadaran, secara bersama sama untuk memutus rantai penyebaran virus COVID-19 dengan cara mengikuti anjuran pemerintah tentang protokol kesehatannya," kata Ketua Gugus Tugas Penanganan COVID-19 Kecamatan Banguntapan Bantul Fauzan Muarifin dalam keterangan tertulis di Bantul, Selasa.

Perlunya disiplin dan kesadaran warga dalam protokol kesehatan itu karena kasus COVID-19 di Banguntapan terbanyak dibanding kecamatan lain di Bantul, data per Senin (18/1) menyebut dari total pasien COVID-19 se-Bantul yang masih diisolasi 1.030 orang, 227 orang dari Banguntapan, Sewon 137 orang, kecamatan lain dibawah 100 orang.

Anjuran pemerintah tentang prokes itu adalah selalu memakai masker, menjaga jarak fisik, menghindari kerumunan massa, menerapkan pola hidup bersih dan sehat (PHBS) dengan cuci tangan pakai sabun, meningkatkan stamina tubuh, isolasi mandiri 14 hari secara disiplin bagi pemudik atau bagi yang mendapat rekomendasi.

"Saat interaksi kita tidak tahu apakah sehat atau sakit. Maka ditekankan benar agar selalu memakai masker saat keluar rumah, jaga jarak dan hindari kerumunan," katanya.

Oleh karena itu, Fauzan yang juga Camat Banguntapan mengajak warga di wilayah kecamatan yang berbatasan dengan kota ini bisa bersama-sama mematuhi anjuran pemerintah, agar penyebaran COVID-19 dapat dikendalikan dan keadaan segera normal.

"Virus COVID-19 tidak bergerak, manusialah yang menggerakkan kemana-mana. Oleh karena itu, semua tergantung dari kita. Mari putus rantai penyebaran virus corona dengan tidak kemana-mana kecuali ada keperluan yang sangat penting," katanya.

Dia juga menyebut, penyebaran kasus yang terjadi akhir-akhir ini karena adanya klaster keluarga, tempat kerja, serta pelaku perjalanan, bahkan ada fenomena pasien positif COVID-19 tidak terus terang dan tidak segera lapor ke Satgas setempat, dan yang sudah mengetahui adanya gejalapun kurang disiplin dalam melaksanakan protokol kesehatan.

"Masih banyak masyarakat yang kendor dalam melaksanakan protokol kesehatan, terutama dalam kegiatan sosial kemasyarakatan maupun sosial keagamaan. Disamping itu makin intennya interaksi dengan pelaku perjalanan menyebabkan angka positif cenderung naik," katanya.
Pewarta :
Editor: Victorianus Sat Pranyoto
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar