Kasus sembuh dari COVID-19 di Bantul tambah 77 orang

id Tes COVID-19,bantul

Kasus sembuh dari COVID-19 di Bantul tambah 77 orang

Tes usap COVID-19 oleh tenaga kesehatan Dinkes Bantul, DIY. (ANTARA/Hery Sidik)

Bantul (ANTARA) - Pasien yang dinyatakan sembuh dari paparan COVID-19 di Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, dalam sehari terakhir bertambah 77 orang, sehingga total kasus pulih hingga hari Senin ini berjumlah 11.131 orang.

Satuan Tugas Penanggulangan COVID-19 Bantul dalam keterangan resmi di Bantul, Senin malam, menyebut pasien sembuh itu rinciannya dari Kecamatan Sanden 17 orang, kemudian Jetis 10 orang, Sewon 10 orang, Pleret sembilan orang, dan Srandakan delapan orang.

Selanjutnya dari Kecamatan Bantul tujuh orang, Banguntapan empat orang, Sedayu empat orang, sisanya dari Kecamatan Imogiri tiga orang, Kasihan tiga orang, dan Bambanglipuro satu orang, serta Pajangan satu orang.

Meski demikian dalam periode yang sama terdapat penambahan kasus positif COVID-19 sebanyak 73 orang, dari Kecamatan Kasihan 18 orang, Pandak 11 orang, Jetis delapan orang, Banguntapan tujuh orang, Pleret enam orang, Bantul lima orang, dan Dlingo empat orang.



Sisanya dari Pundong, Bambanglipuro, dan Sewon masing-masing tiga orang, kemudian Srandakan dua orang, serta dari Pajangan, Imogiri, dan Sedayu masing-masing satu orang, dengan demikian total kasus positif COVID-19 di Bantul secara akumulasi berjumlah 12.298 orang.

Sedangkan untuk kasus positif COVID-19 yang meninggal dunia pada hari ini tidak ada penambahan kasus, sehingga totalnya masih tetap 325 kasus kematian.

Dengan perkembangan kasus harian tersebut, maka data pasien COVID-19 aktif domisili Bantul yang masih menjalani isolasi maupun perawatan tenaga kesehatan di sejumlah rumah sakit rujukan per hari Senin (3/5) berjumlah 842 orang.

Ketua Satgas Penanggulangan COVID-19 Bantul, Abdul Halim Muslih mengingatkan masyarakat kabupaten ini agar selalu disiplin dalam penerapan protokol kesehatan apalagi menghadapi Lebaran 2021 agar tidak terjadi lonjakan penularan wabah COVID-19.

"Kita harus optimis dan memiliki harapan bahwa pandemi pasti akan berakhir asal kita bersama-sama melakukan upaya mengerem laju penularan paparan COVID-19, dengan terus disiplin dan ketat menerapkan protokol kesehatan," katanya.

Selain penerapan protokol kesehatan 5M, yaitu memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menghindari kerumunan, serta mengurangi mobilitas, kata dia, masyarakat agar selalu menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS).*
 
Pewarta :
Editor: Bambang Sutopo Hadi
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar