Bupati Sleman mengajak masyarakat lantunkan doa untuk keselamatan bangsa

id Bupati Sleman Kustini ,Doa lintas agama ,Pray from home ,Lintas agama Sleman ,Kabupaten Sleman ,Sleman

Bupati Sleman mengajak masyarakat lantunkan doa untuk keselamatan bangsa

Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo dan Wakil Bupati Sleman Danang Maharsa saat mengikuti doa bersama lintas agama untuk memohon keselamatan bangsa dan negara dari pandemi COVID-19. Foto ANTARA/HO-Humas Pemkab Sleman

Sleman (ANTARA) - Bupati Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, Kustini Sri Purnomo mengajak masyarakat Sleman untuk melantunkan doa memohon keselamatan bangsa dan negara dari pandemi COVID-19 saat doa bersama lintas agama "Pray From Home" secara daring, Senin.

Doa bersama lintas agama tersebut dipimpin masing masing tokoh agama.

Secara Islam dipimpin KH Syakir Ali dari MUI Kabupaten Sleman, secara Katolik Romo Adrianus Maradiyo Pr dari Vikep Kevikepan DIY Bagian Timur, Kristen oleh Pendeta Heru Sumbodo dari Badan Kerja sama Gereja-Geraja Kristen Kabupaten Sleman (Pendeta GKJ Maguwoharjo), Hindu oleh Alit Mertyasa dari Parisada Hindu Dharma Indonesia Sleman, Budha oleh Hastho Bramantyo dari Persatuan Umat Budha Sleman serta Secara Konghuchu oleh Ws Adjie Chandra dari Majelis Tinggi Agama Khonghucu.

Acara tersebut juga diikuti jajaran Forkopimda Kabupaten Sleman, Kanwil Kemenag Provinsi DIY, Para pemimpin Organisasi Keagamaan, Tokoh Agama serta Tokoh Masyarakat.

Bupati Sleman mengatakan Penyelenggaraan doa bersama ini merupakan wujud ikhtiar secara spiritual dalam menghadapi kondisi yang memprihatinkan akibat mewabahnya COVID-19.

Berkenaan dengan hal tersebut pada kesempatan tersebut juga Kustini mengharapkan kepada seluruh masyarakat Sleman untuk senantiasa mematuhi Instruksi Bupati Sleman terkait dengan penerapan PPKM.

"Termasuk diantaranya beribadah di rumah untuk sementara waktu," katanya.

Ia berharap agar doa bersama tersebut dapat dilakukan di rumah masing-masing sesuai dengan kepercayaan agama masing-masing.

"Meski bahasa dan cara berdoa yang berbeda, namun tujuannya hanya satu, berharap Indonesia terbebas dari bencana," katanya.

Kepala Kanwil Kemenag DIY Masmin Afif mengatakan doa bersama digelar sebagai ikhtiar melangitkan harapan kepada Tuhan Yang Maha Esa agar pandemi COVID-19 segera bisa diatasi.

"Acara ini menjadi momentum membangun solidaritas kemanusiaan, menjaga kemaslahatan, dan memperkuat persaudaraan. Ini tentu bagian wujud cinta Tanah Air kita di tengah pandemi yang melanda bangsa," katanya.

Ia mengimbau kepada masyarakat sesuai dengan anjuran pemerintah untuk melakukan sholat idul kurban dirumah masing-masing.
 
Pewarta :
Editor: Bambang Sutopo Hadi
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar