Sejumlah jalur alternatif di Bantul dipadati kendaraan

id Arus mudik

Ilustrasi arus balik Lebaran (Foto antaranews.com)









Bantul (Antaranews Jogja- Sejumlah jalur alternatif di Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, masih dipadati kendaraan dengan plat nomor luar daerah ini pada H+5 Idul Fitri 1439 Hijriah, Rabu.



Jalur alternatif itu di antaranya di Jalan Imogiri Timur dan Jalan Imogiri Barat yang merupakan jalur alternatif menuju kawasan wisata atau pantai selatan, maupun menuju jalur utama ke jalan lingkar selatan melaui wilayah Bantul selatan.



Kepadatan arus lalu lintas kendaraan didominasi plat nomor B (Jakarta dan sekitarnya), D (Bandung) serta H (Semarang) dan beberapa kendaraan jenis mobil pribadi dari wilayah Jawa Tengah dan sebagian dari Yogyakarta (AB).



Untuk di jalan lingkar selatan wilayah Bantul, antrean kendaraan panjang terjadi di setiap perempatan alat pemberi isyarat lalu lintas (APILL) seperti simpang empat Wojo Bangunharjo, simpang empat Druwo (ke arah selatan Jalan Parangtritis) dan simpang empat Gondowulung.



Di jalur alternatif wisata seperti di jalan Imogiri Barat dan timur kemudian di Jalan Parangtritis usai libur Lebaran ini kepadatan arus ke arah selatan terjadi pada pagi hingga siang, sedangkan arah sebaliknya atau ke utara terjadi pada sore hingga malam.



Di Jalan Parangtritis terdapat beberapa simpang empat APIIL yang diberlakukan rekayasa lalu lintas dengan memasang pembatas agar memprioritaskan laju kendaraan dari utara ke selatan dan sebaliknya guna mengurai kepadatan antrean arus wisatawan.



Beberapa simpang empat di Jalan Parangtritis yang rawan pemumpukan kendaraan itu di antaranya simpang tiga Tembi, simpang empat Manding, simpang empat Bakulan. Di sejumlah simpang tersebut tampak disiagakan personel untuk mengatur lalu lintas.



Berdasarkan data dari Pos Lebaran Parangtritis, jumlah kendaraan wisatawan yang masuk melalui pintu retribusi TPR Parangtritis selama libur Lebaran mencapai lebih dari 200 ribu kendaraan, baik roda dua maupun roda empat dari Jakarta, Bandung, Semarang, Solo dan Klaten Jawa Tengah.



"Antrean panjang kendaraan biasanya mulai terjadi pada pukul 11.00 WIB sampai sore, jika terjadi antrean panjang di pintu retribusi, khusus roda dua akan ditarik ke selatan," kata Komandan Posko Lebaran Parangtritis Iptu Yulianto.



 
Pewarta :
Editor: Herry Soebanto
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar