Masyarakat di Kulon Progo tidak berminat menyewa rusunawa

id Rusunawa

Ilustrasi rumah susun sewa (rusunawa) (antaranews-com) (antaranews.com)

Kulon Progo (Antaranews Jogja) - Masyarakat berpenghasilan rendah di Kecamatan Sentolo, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, tidak berminat menyewa rumah susun sewa sederhana di Desa Tuksono.
     
Ketua RT Dusun Krebet Sudi Wiyono di Kulon Progo, Jumat, mengatakan pada Agustus lalu, Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) melakukan sosialisasi kepada masyarakat Desa Tuksono soal pendaftaran penghuni rumah susun sewa sederhana (rusunawa) bagi warga yang belum punya rumah dan berpenghasilan rendah.
     
"Sampai saat ini, tidak ada warga yang mendaftar karena semua warga di Dusun Krebet sudah memiliki rumah," kata Sudi.
     
Menurut dia, biaya sewa yang ditetapkan pemkab terlalu mahal bagi warga Tuksono, khususnya warga Dusun Krebet. Satu kamar yang berada di lantai I biayanya Rp350 ribu dan biaya sewa lantai III sebesar Rp150 ribu. Setiap kamar sudah ada perabot rumah tangga, seperti almari dan tempat tidur.
     
"Keberadaan rusunawa cukup bagus, tapi baiya sewa sangat tinggi. Warga yang akan menyawa pasti berat karena biaya sewa belum termasuk biaya listrik, air bersih dan keamanan," katanya.
     
Dukuh Krebet, Desa Tuksono Sukirna mengatakan pihaknya sudah memberi pengumuman, bagi warga yang berminat mendaftar dipersilahkan menghubungi dirinya. "Ada juga warga yang berminat, tapi masih ragu dan menunggu karena belum diresmikan," ungkapnya.
     
Sementara itu, Kepala DPUPKP Kulon Progo Gusdi Hartono mengatakan rusunawa di Desa Tuksono ada 70 unit kamar. Namun sampai saat ini belum ada yang mendaftar ke DPUPKP atau di kantor Desa Tuksono.
     
Ia mengatakan Rusunawa Tuksono selesai dibangun 2017, harapannya ditempati warga berpenghasilan rendah.
     
"Pengumuman pendaftaraan sudah kami cantumkan di web, yang offline sudah kami sampaikan ke kecematan dan desa. Harapannya, bagi warga yang membutuhkan segera mendaftarkan diri untuk mendaftar," katanya.
 
Pewarta :
Editor: Hery Sidik
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar