Dinkes optimalkan pusat layanan cepat tanggap

id Kabupaten bantul

Pemkab Bantul D.I.Yogyakarta (Foto ANTARA/Hery Sidik)

Bantul (Antaranews Jogja) - Dinas Kesehatan Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, akan mengoptimalkan 'Public Safety Center' atau pusat layanan cepat tanggap darurat kesehatan guna membantu penanganan masalah kesehatan terhadap masyarakat.
    
"Target 2019 ini salah satunya PSC (Public Safety Center) tetap kita persiapkan, bahkan mobilnya sudah ditambah, PSC ini yang letaknya di sana (Kantor Dinas Kesehatan)," kata Kepala Dinkes Bantul Maya Sintowati Panji di Bantul, Minggu.
    
PSC 119 yang diluncurkan pada November 2018 ini merupakan perubahan layanan kegawatdaruratan "Bantul Emergency Support (BESS) 188. Menurut dia, PSC 119 itu terintegrasi secara nasional dalam sistem penanggulangan gawat darurat terpadu.
    
"Sekarang ini mobil ambulans sudah berjajar tiga, dan hampir setiap hari saya mendapat laporan adanya kejadian kecelakaan, kemudian 'homecare'. Artinya keberadaan PSC di Bantul ini memang oke banget," katanya.
    
Menurut dia, layanan di PSC yang dapat diakses antara lain penanganan kegawatdaruratan dengan menggunakan protokol, kebutuhan informasi ruang di rumah sakit, informasi fasilitas kesehatan dan informasi ambulans.
    
Bahkan, lanjut dia, layanan ini dapat digunakan masyarakat umum yang menjadi korban di wilayah Bantul, asal kejadiannya di Bantul, sehingga diharapkan layanan ini disebarluaskan agar penanganan kegawatdaruratan berjalan optimal.
    
Maya mengatakan, selain mengoptimalkan PSC 119, Dinkes Bantul pada 2019 juga mendorong rumah sakit tipe D di Bantul agar supaya bisa segera digunakan, kemudian mendorong Puskesmas Bambanglipuro yang baru di Desa Sumberagung.
    
"Kemudian target temuan TB (tuberculosis) dan temuan penyakit yang lain harus kita dorong, kemudian pada musim DBD (demam berdarah dengue) tidak terjadi endemisitas. Kita berupaya ke situ di tahun 2019 ini," katanya.
Pewarta :
Editor: Herry Soebanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar