Dinas Pariwisata Sleman perkuat sinergi menuju standar baru pariwisata

id Dinas Pariwisata Sleman,Dispar Kabupaten Sleman,Pariwisata kabupaten Sleman,Desa wisata Sleman,Pelaku pariwisata,Kabupat

Dinas Pariwisata Sleman perkuat sinergi menuju standar baru pariwisata

Sejumlah seniman mengenakan kostum wayang orang saat pemecahan rekor Museum Rekor Indonesia (Muri) kategori pemakaian kostum wayang orang terbanyak di Tebing Breksi, Prambanan, Sleman, DI Yogyakarta, Sabtu (21/9/2019). Acara yang digagas oleh Dinas Pariwisata DI Yogyakarta dan melibatkan 257 seniman yang mengenakan kostum wayang orang itu berhasil memecahkan rekor Muri kategori pemakaian kostum wayang orang terbanyak. ANTARA FOTO/Andreas Fitri Atmoko/aww.

Dalam kondisi pandemi COVID-19 ini, mau tidak mau, atau siap tidak siap, mengharuskan ada perubahan tatanan baru di tengah masyarakat.
Sleman (ANTARA) - Dinas Pariwisata Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, sudah melakukan penguatan sinergitas dengan pelaku desa wisata dan pelaku pariwisata lainnya untuk berbenah dan mempersiapkan diri  menyambut perubahan standar pariwisata baru pascapandemi COVID-19.

"Dalam kondisi pandemi COVID-19 ini, mau tidak mau, atau siap tidak siap, mengharuskan ada perubahan tatanan baru di tengah masyarakat. Yang sangat mendasar adalah perubahan tatanan nilai budaya masyarakat," kata Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Sleman Sudarningsih di Sleman, Jumat.

Menurut dia, perubahan nilai budaya ini tentunya juga berpengaruh pada perilaku masyarakat baik dalam perilaku sosial maupun perilaku masyarakat dalam memenuhi kebutuhannya.

Baca juga: Disbud Sleman tayangkan pertunjukan wayang orang "Anoman Kembar" secara daring

"Wisata merupakan salah satu kebutuhan masyarakat untuk menstimulasi kesehatan jiwa dan raga, bahkan sudah ada kelompok masyarakat yang menilai wisata merupakan kebutuhan primer bagi mereka," katanya.

Ia mengatakan begitu kuat peran budaya dalam menggeser keberadaan wisata dari kebutuhan tersier menjadi kebutuhan primer masyarakat.

"Demikian juga wisata pada era pascapandemi COVID-19. Akan ada standar baru yang menjadi perilaku orang dalam berwisata," katanya.

Sudarningsih mengatakan bentuk-bentuk aktivitas yang rentan dalam masa pandemi COVID-19 akan cenderung dihindari. "Dan dalam demand pariwisata saya kira akan berlaku juga," katanya.

Baca juga: Kemenag Sleman : Rumah ibadah diharapkan jadi contoh yang baik pencegahan corona

Ia mengatakan masyarakat masih cenderung menerapkan jaga jarak dalam perilakunya, sehingga pasar wisata akan bergeser dari  wisata massal menjadi wisata personal, pasangan, atau keluarga dengan memperhatikan kebersihan, kesehatan, dan keamanan.

"Dengan demikian agar dapat bertahan, pariwisata haruslah mengikuti perubahan selera pasar yang ada," katanya.

Desa wisata yang sebelum pandemi diuntungkan dengan pasar wisata massal , kata dia, harus berinovasi untuk siap bersaing pascapandemi.

"Saya menilai pascapandemi COVID-19 ini pasarnya sangat besar dan yang akan bergerak, dimulai dari pasar lokal dan regional," katanya.

Ia mengatakan Dinas Pariwisata Kabupaten Sleman bersama dengan desa wisata dan pelaku pariwisata telah melakukan sejumlah persiapan, antara lain penyiapan sarana prasarana yang sesuai protokol pencegahan penyebaran COVID-19 yang secara prinsip harus aman bagi wisatawan, aman bagi operator pariwisata, dan juga aman bagi lingkungannya.

"Penguatan pola hidup bersih dan sehat (PHBS) pada destinasi wisata juga perlu dilakukan, dan yang tidak kalah pentingnya adalah penguatan SDM pelaku wisata, serta pengemasan atraksi," katanya.

 
Pewarta :
Editor: Nusarina Yuliastuti
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar