Yogyakarta meminta pedagang segera karantina hewan kurban yang sakit

id hewan kurban,sakit, karantina,Yogyakarta, hewan kurban sakit

Yogyakarta meminta pedagang segera karantina hewan kurban yang sakit

Hewan kurban (Eka AR)

Yogyakarta (ANTARA) - Dinas Pertanian dan Pangan Kota Yogyakarta meminta penjual untuk segera memisahkan hewan kurban yang sakit atau melakukan karantina agar tidak menularkan penyakitnya ke hewan kurban lain.

“Jika ada hewan kurban yang sakit, harus segera dikarantina. Dipisahkan di kandang yang berbeda dan menghubungi dokter hewan,” kata Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kota Yogyakarta Sugeng Darmanto di Yogyakarta, Rabu.
 

Pada pantauan yang dilakukan awal pekan lalu, tim dari Dinas Pertanian dan Pangan Kota Yogyakarta yang dibantu dokter hewan dari Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia (PDHI) Yogyakarta menemukan sejumlah hewan kurban yang mengalami sakit ringan, seperti iritasi mata yang banyak dialami kambing.

Kondisi tersebut, lanjut Sugeng, dimungkinkan terjadi akibat perjalanan dan kondisi cuaca saat malam hari yang cukup dingin.

“Banyak kambing yang didatangkan dari Temanggung. Bisa saja dipengaruhi angin saat perjalanan atau kondisi cuaca yang memang cukup dingin di malam hari,” katanya.

Namun demikian, kata Sugeng, iritasi mata tersebut cukup mudah disembuhkan dan tidak akan mempengaruhi kondisi kesehatan hewan. “Tetapi, ada juga kambing yang mengalami diare. Dimungkinkan karena mereka berada di lokasi yang baru,” katanya.

Hingga saat ini, dari 48 titik penjualan hewan kurban di Kota Yogyakarta, baru dapat dipantau lima titik dan akan dilanjutkan ke lokasi lain hingga menjelang Idul Adha.
 

“Pengawasan pun akan dilakukan sebelum dan sesudah hewan kurban disembelih,” katanya yang menyebut jumlah hewan kurban yang dijual di pedagang mengalami penurunan sekitar 50 persen dibanding tahun lalu.

Sedangkan untuk penyembelihan hewan kurban, lanjutnya, sudah menerima sekitar 100 permohonan dari panitia hewan kurban yang akan melakukan penyembelihan secara mandiri.

Sebelumnya, Ketua Harian Gugus Tugas Penanganan COVID-19 Yogyakarta Heroe Poerwadi meminta setiap pedagang hewan kurban mengantongi izin dari kecamatan dan memastikan protokol kesehatan untuk pencegahan COVID-19 bisa dilakukan secara optimal.

“Harus disediakan tempat cuci tangan, wajib masker dan ada alur masuk dan keluar yang jelas. Saya minta pedagang juga memastikan kebersihan kandang," katanya.

Pewarta :
Editor: Herry Soebanto
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar