Sseorang pria tewas tabrakkan diri ke kereta api

id Bunuh diri

Sseorang pria tewas tabrakkan diri ke kereta api

Ilustrasi depresi (Pixabay) (Ant)

Serang (ANTARA) - Seorang pria tanpa identitas diduga bunuh diri dengan menabrakkan diri ke kereta api (KA) yang melintas di perlintasan rel Kroya, Kelurahan Kasunyatan, Kecamatan Kasemen, Kota Serang, Rabu.

Menurut salah seorang saksi mata, Muhamad Rusdi, peristiwa itu terjadi pada hari Rabu sekitar pukul 07:00 pagi, korban saat itu datang mendekati perlintasan KA dengan mengunakan sepeda motor jenis Yamaha Vega ZR dengan nopol A 6431 BS dan langsung memarkirkanya di sisi perlintasan.

Setelah itu, kata dia, saat perlintasan kondisi sudah tertutup pria yang belum diketahui identitasnya itu langsung menerobos dan tidur di rel KA.

"Kejadian itu sekitar pukul 07.00, ada pria yang membawa sepedah motor mendekati rel kereta api. Tidak lama pria itu langsung menerobos perlintasan yang sudah ditutup," katanya.

Ia juga menjelaskan, bahwa dirinya yang sedang dilokasi dan menyaksikan langsung kejadian tersebut tidak sempat menolong karena kereta yang melintas sudah mendekati korban dan langsung terlindas hingga tewas ditempat.

"Saya mau menolong, cuma waktu itu kereta sudah dekat. Akhirnya pria itu terlindas hingga tewas," katanya.

Sementara Kasatlantas Polres Serang Kota, AKP Gesit Febriaatmoko membenarkan bahwa telah terjadi kecelakaan lalulintas (lakalantas) di perlintasan KA Keroya, Kasemen, Kota Serang.

"Ya, betul tadi terjadi lakalantas di perlintasan rel kereta api di Keroya. Kami juga mendapatkan informasi itu ada indikasi bunuh diri," katanya.

Gesit mengatakan, bahwa saat ini pihaknya telah meminta keterangan dari sejumlah saksi mengenai dugaan bunuh diri yang dilakukan oleh korban.

"Ia memang dari keterangan saksi mata seperti itu, bahwa si korban ini mau melakukan percobaan bunuh diri," ungkapnya.

Ia juga menjelaskan, untuk identitas korban sendiri saat ini belum diketahui, namun pihaknya akan menelusuri dari barang-barang yang ditinggalkan korban di kendaraannya.

"Kalau untuk identitasnya sendiri bahwa dari kobannya tidak ditemukan identitas, terus kami akan coba cari di kendaraanya. Kami juga akan menulusuri alamatnya si korban," kata Gesit.
Pewarta :
Editor: Herry Soebanto
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar