Yogyakarta (ANTARA) - Manfaat Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) terbukti telah menyentuh beragam lapisan masyarakat.
Tak terkecuali Putri Meilinda, wanita berusia 26 tahun asal Kabupaten Sleman ini telah membuktikan manfaat perlindungan JKN saat sakit menghampiri.
Ditemui di Kantor BPJS Kesehatan Cabang Yogyakarta, ia tengah melakukan proses administrasi untuk persiapan kelahiran buah hatinya.
"Memang ke sini untuk mengurus keperluan administrasi JKN. Awalnya saya dibayarkan dari pihak perusahaan, sekarang beralih ke segmen peserta mandiri atau Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU). Perubahan ini sekaligus sebagai persiapan untuk melahirkan nanti dengan menggunakan JKN,” kata wanita yang akrab disapa Mey, Jumat (28/02).
Selain persiapan melahirkan, ayahanda Mey juga memanfaatkan JKN untuk berobat rutin di rumah sakit. Mey bercerita ayahnya menderita penyakit bawaan radang paru-paru.
Kondisi ini memaksa ayah Mey mau tidak mau harus berulang kali mendatangi fasilitas kesehatan untuk memastikan kondisi kesehatannya tetap baik.
"Seluruh keluarga terdaftar dan selalu memanfaatkan layanan JKN saat berobat. Terlebih bagi ayah yang memerlukan perawatan rutin. Misalnya untuk minum obat dan terapi dengan uap air memerlukan tindakan khusus dan cukup rutin," tutur Mey.
Melalui Program JKN, pengobatan rutin ayah Mey dapat diakses tanpa beban biaya.
Apalagi biaya pengobatan sang ayah terbilang mahal. Bisa dibayangkan berapa biaya yang Mey harus siapkan jika pengobatan ditanggung pribadi.
"Program JKN yang dikelola BPJS Kesehatan itu berdampak sangat besar bagi keluarga kami. Semisal kita membayar pribadi, untuk obatnya sendiri, untuk kontrol ayah saya sendiri juga tidak sedikit biayanya. Jadi menurut saya, adanya Program JKN ini sangat membantu sekali," kata Mey.
Seperti peribahasa, sedia payung sebelum hujan, ibu dan adik Mey terdaftar juga dalam Program JKN. Walaupun belum pernah menggunakan untuk mengakses fasilitas kesehatan, menjadi peserta JKN adalah langkah nyata untuk terlindungi ketika sakit.
"Ibu dan adik juga terlindungi dengan JKN. Ibu sendiri belum pernah memanfaatkan sama sekali dan kondisi masih sehat dan baik-baik saja. Jadi sebagai perlindungan saja," tambah Mey.
Mey menambahkan ia telah mengunduh Aplikasi Mobile JKN di ponselnya. Ia begitu leluasa, saat mengakses Aplikasi Mobile JKN karena mudah dan menyediakan layanan yang beragam mulai dari perubahan data, mengambil antrean di fasilitas kesehatan dan KIS Digital pada aplikasi.
"Sebelumnya saya sudah mengunduh dan melakukan aktivasi Aplikasi Mobile JKN.
Tentunya layanannya lebih lengkap. Hadirnya Aplikasi Mobile JKN sangat membantu bagi saya karena penggunaannya sangat praktis dan mudah. Jika kita ingin melihat status kepesertaan atau melihat kartu tinggal buka aplikasinya saja. Kalau kita memahami penggunaan dan alur pelayanannya kita tidak perlu kesana kesini saat berobat," tambahnya.
Aplikasi Mobile JKN terbukti telah digunakan oleh peserta JKN untuk beragam keperluan.
Peserta JKN dapat mengakses beberapa fitur di dalamnya, diantaranya pendaftaran antrean online, perubahan data peserta, pembayaran iuran bertahap atau REHAB, skrining riwayat kesehatan, dan masih banyak lagi.
Aplikasi Mobile JKN hadir untuk mempermudah peserta JKN dalam mengakses layanan Program JKN.
“Saya berharap bahwa Program JKN dapat terus ada untuk memberikan manfaat kepada banyak orang. Sehingga tak perlu khawatir tentang biaya ketika sakit," kata Mey.
Mey dan keluarganya merupakan salah satu dari sekian banyak peserta JKN yang telah memanfaatkan Program JKN untuk layanan kesehatan. Program JKN dengan layanan yang mudah, cepat, setara telah menjadi bagian penting bagi masyarakat.