Menpora ajak "Tour de Siak" bisa mendunia

id menpora ajak tour de siak

Menpora ajak "Tour de Siak" bisa mendunia

Roy Suryo (Foto jogja.antaranews.com)

Siak, Riau (Antara Jogja) - Menteri Pemuda dan Olahraga Roy Suryo, mengajak semua pihak untuk bersama-sama mendukung "Tour de Siak" di Kabupaten Siak, Riau, agar menjadi lomba balap sepeda bertaraf internasional yang mendunia.

"Terus perjuangkan Tour de Siak menjadi event yang tak hanya jadi kebanggaan Siak, kebanggaan Riau dan Indonesia, tapi jadikan kebanggaan dunia dan kebanggaan kita semua," kata Roy Suryo pada pembukaan Tour de Siak (TdS) 2014, di Siak, Rabu malam.

Roy Suryo juga berharap agar dukungan terhadap TdS dari pemerintah daerah dan pemerintah pusat bersama masyarakat dan pihak swasta tidak surut. Sebabnya, ia menilai penyelenggaraan TdS telah mengalami banyak peningkatan dibandingkan penyelenggaraan pertama kali pada 2013.

"Dari jumlah etape dan pesertanya yang bertambah, dengan hadiahnya yang meningkat dua kali lipat, saya menilai penyelenggaraan Tour de Siak berjalan dengan sukses," katanya.

Bupati Siak, Syamsuar, mengatakan penyelenggaraan TdS terus mengalami pembenahan dan peningkatan dari segi kualitas.

Ia mengatakan penyelenggaran TdS 2014 melombakan empat etape dengan hadiah yang meningkat dari Rp380 juta pada tahun lalu, menjadi Rp750 juta.

"Tahun lalu TdS hanya melombakan tiga etape, tapi sekarang bertambah jadi empat. Hadiahnya juga naik dari Rp380 juta menjadi Rp750 juta pada tahun ini, dana itu bukan semuanya dari pemerintah daerah tapi dari sponsor juga," ujarnya.

Selain itu, penyelenggaraan TdS tahun ini cukup sukses dilihat dari jumlah peserta yang bertambah dibandingkan tahun 2013. Pada tahun lalu TdS hanya tujuh tim dari luar negeri, sedangkan untuk tahun ini diikuti sebanyak 143 peserta yang terdiri dari 10 tim mancanegara dan delapan tim nasional.

"Saya berharap para peserta menyempatkan diri untuk mengunjungi objek wisata budaya Melayu Siak. Dan saya berharap kedepannya rute lomba tidak hanya melewati Siak saja, melainkan juga ke kabupaten/kota lainnya agar lebih banyak peserta dan wisatawan yang mengikutinya," kata Syamsuar.

Ketua KONI Tono Suratman dalam sambutannya mengatakan bahwa TdS merupakan bentuk kegiatan yang dibutuhkan untuk pengembangan olahraga nasional. Sebab, untuk mendapatkan prestasi di bidang olahraga membutuhkan kerja keras dengan program yang terukur dan terarah.

"Pemerintah Kabupaten Siak sudah mampu menggunakan infrastruktur jalan dan jembatan, sarana olahraga yang dibangun untuk Pekan Olahraga Nasional 2012 untuk pengembangan olahraga dan ekonomi kreatif," katanya.

Bahkan, ia mengatakan keberhasilan dan kerja keras Pemerintah Kabupaten Siak menyelenggarakan TdS juga membuat daerah itu dipercaya untuk jadi tuan rumah lomba sepeda bertaraf internasional lainnya.

"Tidak salah kalau Siak dalam waktu dekat ini akan menjadi tuan rumah ASEAN BMX Championship pada November 2014," kata Tono Suratman.

Sementara itu, Ketua Pengurus Besar Ikatan Sport Sepeda Indonesia (ISSI) Edmound Simorangkir, mengaku bangga melihat persiapan panitia TdS terliat makin berpengalaman dalam menggelar lomba balap sepeda.

Ia berharap TdS di masa depan tidak hanya menjadi agenda tahunan PB ISSI, melainkan juga dapat segera mendapat pengakuan dari "Union Cycliste International" (UCI) untuk menjadikan lomba balap sepeda yang masuk dalam agenda rutin kegiatan internasional.

"Panitia seperti sudah berpengalaman, padahal ini baru penyelenggaraan kedua kalinya. Saya harap acara ini tidak hanya masuk kalender ISSI, tapi juga segera diakui dalam agenda UCI," kata Edmound.

Lomba TdS 2014 terdiri dari empat etape, yang akan berlangsung mulai tanggal 18-21 September. Jumlah keseluruhan panjang lintasan mencapai lebih kurang 430 kilometer.

Etape I melombakan "Team Time Trial" (TTT) akan dimulai pada 18 September 2014. Start dimulai dari Kota Siak Sri Indrapura menuju Simpang Dayun, dengan panjang lintasan 154,18 kilometer (Km).

Untuk etape II melombakan "Road Race" dimulai pada 19 September akan melalui jalanan lintas Kota Siak menuju Kecamatan Sungi Apit dengan panjang lintasan 115,45 Km
   
Etape III melombakan "Circuit Race". Pebalap akan melintasi jalanan dari Kota Siak menuju Perawang. Etape ini merupakan etape terberat karena lintasannya terpanjang yakni 182,12 km. Etape IV, merupakan terakhir dan diberi nama, "Siak City Race", dengan panjang lintasan 110 km.

(F012)

Pewarta :
Editor: Masduki Attamami
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar