Bantul adakan MTQ bagi ASN semarakkan Ramadhan

id Bantul

Kabupaten Bantul (Foto Istimewa)

Bantul (Antara) - Pemerintah Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, mengadakan Musabaqoh Tilawatil Quran khusus aparatur sipil negara di lingkungan pemerintah setempat untuk menyemarakkan bulan Ramadhan 1438 Hijriah.

"MTQ ASN ini dilaksanakan untuk meningkatkan amalan di bulan suci Ramadhan sekaligus untuk mendapatkan peserta terbaik di Kabupaten Bantul," kata Penanggung Jawab MTQ ASN dalam pembukaan kegiatan di Aula Pemda II Bantul, Jumat.

Sukendro yang juga Kepala Bagian (Kabag) Administrasi Kesra Sekretariat Daerah (Setda) Bantul mengatakan peserta terbaik dalam MTQ itu nantinya akan dikirim ke kompetisi yang sama tingkat DIY pada November 2017.

Menurut dia, ada enam cabang yang dilombakan dalam MTQ ASN yaitu cabang tartil (bacaan) Al Quran bagi putra dan putri, cabang tilawah Alquran putra dan putri, cabang tahfizh (hafalan) Alquran, cabang cerdas cermat agama dan cabang adzan.

"Maksud MTQ ASN ini adalah mendorong terwujudnya ASN yang mampu bekerja sesuai tupoksi (tugas pokok dan fungsi) dan peran masing-masing dengan baik sesuai dengan nilai-nilai yang terkandung dalam Al Quran," katanya.

Ia mengatakan tujuan dari kegiatan MTQ ASN adalah meningkatkan pengetahuan terhadap isi dan makna Al Quran, meningkatkan pengetahuan seni membaca Alquran dan sebagai wahana syiar Al Quran.

"Kemudian mengimplementasikan Alquran dalam kehidupan sehari-hari, meningkatkan amalan ibadah di bulan suci Ramadhan dan mempererat silaturahmi di antara ASN di lingkungan Pemkab Bantul," katanya.

Ia menjelaskan pelaksanaan MTQ ASN dalam rangka semarak Ramadhan 1438 Hijriah dilaksanakan selama enam hari di Pendopo Parasamya Bantul dan Aula Kompleks Pemda II Manding mulai 5 sampai 8 Juni, kemudian 12 Juni dan 13 Juni 2017.

"Total biaya yang diperlukan untuk pelaksanaan kegiatan ini sebesar Rp93,2 juta yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Bantul 2017," katanya.

Sementara itu, ketua panitia MTQ ASN Bantul Dedi Ahmad Jabir mengatakan dua dari enam cabang yaitu cerdas cermat agama (CCA) dan adzan merupakan lomba tambahan karena karena para ASN ini di rumah masing-masing relatif dituakan dan dianggap serba bisa oleh masyarakat.

"Juklak juknis MTQ ASN ini dari DIY, jadi nanti ada juara satu, dua, tiga dan empat yang akan dikirim sebagai utusan Bantul ke MTQ tingkat DIY dan selanjutnya kalau berpeluang akan dikirim ke kejuaraan tingkat nasional," katanya.

(KR-HRI)
Pewarta :
Editor: Hery Sidik
COPYRIGHT © ANTARA 2017

Komentar