Lebaran 2017 - LKY: masyarakat jangan mudah tergiur diskon lebaran

id LKY

Ilustrasi (antaranews.com)

Yogyakarta (Antara Jogja) - Lembaga Konsumen Yogyakarta mengimbau masyarakat tidak mudah tergiur penawaran diskon atau potongan harga produk besar-besaran di pusat perbelanjaan mendekati momentum perayaan Idul Fitri 1438 Hijriah.

"Jangan mudah tergiur dengan diskon dan tetap waspada terhadap kemungkinan adanya praktik kecurangan," kata Ketua Lembaga Konsumen Yogyakarta (LKY) Saktyarini Hastuti di Yogyakarta, Kamis.

Saktyarini mengatakan menjelang hari besar keagamaan seperti lebaran, masyarakat biasanya cenderung berlebihan atau membeli apa saja untuk keperluan merayakan hari besar tersebut, terlebih terhadap produk yang diberikan diskon atau potongan harga.

"Padahal seharunya perlu dikritisi dengan cek dan ricek apakah itu betul-betul diskon atau bukan," kata dia.

Tingginya minat beli masyarakat, menurut dia, kerap dimanfaatkan oleh oknum pedagang tertentu untuk meraup keuntungan dengan memasang diskon besar-besaran, namun telah lebih dahulu menaikkan harga barang atau jasa yang ditawarkan tersebut.

"Apalagi selain cenderung berlebihan berbelanja, konsumen juga sering kali kurang memperhatikan kualitas produk yang dibeli," kata dia.

Kendati belum ada aduan, ia berharap masyarakat terhindar dari penipuan itu dengan meningkatkan kejelian dalam menilai harga serta mengendalikan minat membeli. Membeli, menurut dia, cukup dilakukan berdasarkan kebutuhan, bukan berdasarkan keinginan.

Ia juga meminta para pedagang agar tidak melakukan tindakan yang merugikan konsumen dengan praktik curang karena apabila terbukti dapat dianggap melanggar Undang-Undang (UU) Perlindungan Konsumen Nomor 08 Tahun 1999.

Sebelumnya, Kepala Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) DIY I Gusti Ayu Adhi Aryapatni juga berharap masyarakat tidak mudah tergiur dengan tawaran harga-harga yang murah, termasuk pada produk makanan yang ditawarkan oleh toko maupun swalayan.

Dalam konteks makanan, menurut Ary sapaan I Gusti Ayu Adhi Aryapatni, pemberian potongan harga bisa saja merupakan produk makanan yang telah rusak, kedaluwarsa atau menggunakan bahan berbahaya.

Sehingga ia berharap seluruh masyarakat agar kritis dan cerdas memilih dan tetap waspada terhadap peredaran produk pangan di pasaran. "Kami meminta masyarakat melakukan cek `KLIK` (kemasan, label, izin edar, dan tanggal kedaluwarsa)," kata dia.
L007
Pewarta :
Editor: Nusarina Yuliastuti
COPYRIGHT © ANTARA 2017

Komentar