Lalu lintas jalur utama Bantul ramai lancar

id jalan bantul

Ilustrasi (Foto Antara)

Bantul (Antaranews Jogja) - Arus lalu lintas kendaraan pemudik balik di sejumlah jalur utama wilayah Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta pada Rabu (20/6) atau H+5 Idul Fitri 1439 Hijriah terpantau ramai lancar.

Kepala Bidang Lalu Lintas Dinas Perhubungan Bantul Agus Jaka Sunarya di Bantul, Rabu, mengatakan, jalur utama di Bantul yaitu Jalan Wates Sedayu dan Jalan Wonosari Piyungan, pada Rabu masih dipadati kendaraan pemudik balik, namun arusnya lancar.

"Jalan Yogyakarta-Wates (Sedayu) relatif aman dan lancar, kemudian yang di Jalan Wonosari Piyungan juga lancar, cuma ada rekayasa lalu lintas. Arus lalu lintas masih ramai, namun lancar," kata Agus di Posko Terpadu Lebaran 2018.

Jalan Wates Sedayu merupakan jalur utama mudik di sisi barat Bantul, sehingga arus lalu lintas di didominasi ke arah barat, sedangkan Jalan Wonosari berada di sisi timur Bantul yang merupakan jalur utama ke Gunung Kidul.

Ia mengatakan, sedangkan di jalur utama sisi selatan atau Jalan Srandakan Bantul, penghubung dengan kabupaten Kulon Progo sempat terjadi kepadatan arus di depan Pasar Mangiran dikarenkan ada pasar rakyat di tepi jalan itu.

"Yang di Srandakan relatif aman, cuma sedikit ada kepadatan akibat Mangiran Fair, lalu lintas (agak) terganggu juga, namun relatif lancar, arus ramai lancar, tidak sampai terjadi kemacetan panjang," katanya.

Selain di sejumlah jalur utama mudik, kata dia, di jalur wisata ke arah objek wisata Mangunan Dlingo pada Rabu juga masih ramai, namun kepadatan arus lalu lintas wisatawan tidak seramai seperti hari sebelumnya usai libur Lebaran.

"Yang di atas seperti jalur Cinomati, ke Becici dan Pinus juga sempat ramai, namun Alhamdulillah pengendara menaati rambu-rambu yang kita berikan di sana bahwasanya untuk kendaraan tonase besar tidak naik lewat Imogiri apalagi Cinomati," katanya.

Ia mengatakan, hal itu sesuai arahan Dinas Perhubungan sebelumnya, bahwa selama libur Lebaran truk maupun bus pariwisata ke Mangunan diminta tidak lewat Imogiri dan Cinomati untuk keselamatan dan antisipasi kecelakaan.

"Tidak ada bus dan truk yang naik ke Mangunan lewat Imogiri ke atas, karena memang di atas juga ada rekayasa, bahwa untuk bus maupun truk besar masuk dan keluar kawasan Mangunan lewat Pathuk (Piyungan ke atas)," katanya.
 
Pewarta :
Editor: Bambang Sutopo Hadi
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar