Pakar: guru ajak siswa bijak gunakan gawai

id Hp

Pakar: guru ajak siswa bijak gunakan gawai

Ilustrasi, ( ANTARA FOTO/Ahmad Subaidi/ama/17.)

Yogyakarta (Antaranews Jogja) - Penggunaan gawai di kalangan pelajar yang makin marak perlu disikapi secara bijak oleh guru, di antaranya dengan mengajak mereka menggunakan perangkat itu untuk mengakses media sosial secara kreatif, kata pakar teknologi informasi, Wing Wahyu Winarno.

"Saya kira, saat ini banyak siswa yang sudah memiliki akun media sosial. Siswa bisa diajak menggunakan media sosial dengan cara yang kreatif," kata dia dalam lokakarya "Penggunaan Gawai Sehat" di Yogyakarta, Rabu.

Ia mencontohkan penggunaan media sosial secara kreatif dan sehat bisa dilakukan dalam bentuk tugas dari guru seperti meminta siswa mengunggah berbagai kegiatan menyambut peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia di lingkungan rumahnya disertai dengan cerita yang menarik.

Menurut dia, penggunaan gawai seperti telepon pintar sudah sulit dipisahkan dari kehidupan sehari-hari sehingga tidak mungkin melarang siswa untuk menggunakan telepon selular.

"Keberadaan telepon selular adalah bagian dari kemajuan teknologi yang tidak bisa dihindari. Jadi, yang bisa dilakukan bukan dengan menjauhkan gawai dari anak-anak tetapi bagaimana mengontrol anak-anak dalam menggunakan gawai," katanya.

Ia bahkan menyebut pusat peradaban manusia saat ini sudah berpindah ke gawai.

"Dunia terus berkembang. Jika dulu manusia purba hidup di gua, dan kemudian berkembang menjadi hidup di desa dan kota. Maka sekarang setelah hidup di kota, peradaban manusia pun pindah ke gawai," katanya.

Bagaimanapun juga, lanjut dia, keberadaan gawai memiliki beragam manfaat untuk manusia, di antaranya kemudahan dalam berkomunikasi dan berbagai kemudahan lainnya, meskipun dampak buruk dari penggunaan gawai juga ada seperti sikap yang individualis.

Psikolog Wening Wulandaru mengatakan kemajuan teknologi tidak bisa dihambat namun perilaku masyarakat terhadap teknologi masih bisa disesuaikan.

"Yang terjadi sekarang adalah, `technology shock` karena masyarakat tidak siap dengan perkembangan teknologi yang sangat pesat," katanya.

Ia meminta orang tua maupun guru untuk lebih memperhatikan anak dalam menggunakan gawai, seperti memantau berbagai unggahan dari anak di media sosial.

"Jangan sampai, anak-anak ini menjadi incaran predator," katanya.

Ia juga meminta orang tua maupun guru tidak gagap terhadap perkembangan teknologi.

Wakil Wali Kota Yogyakarta Heroe Poerwadi mengatakan masyarakat tetap harus bisa beradaptasi dengan perkembangan teknologi sehingga pemanfaatan teknologi memberikan kemudahan dalam kehidupan manusia.

Gawai dan teknologi ini hanya alat, tetapi jangan sampai menghalangi untuk interaksi sosial. Saat ini, kendali diri ada di tangan dan bukan di telepon," katanya.



(E013)  08-08-2018 15:53:48


 
Pewarta :
Editor: Victorianus Sat Pranyoto
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar